Studi Perjalanan Mesin Waktu: Mungkinkah Pandemi COVID-19 Bisa Dicegah?
SerbaSerbi

Germain Tolbar, mahasiswa pascasarjana sekaligus penulis utama studi ini, mengatakan jika dirinya berhasil memecahkan teka-teka paradoks bersama dengan supervisornya.

WowKeren - Topik terkait perjalanan mesin waktu selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Tak heran jika banyak jalan cerita dari film yang terinspirasi ide ini.

Kendati demikian, posibilitas manusia untuk melakukan perjalanan waktu masih menjadi perdebatan. Bagaimana tidak, mungkin terdengar hampir tidak masuk akal jika manusia mampu pergi ke masa depan atau masa lampau untuk mengulang sejarah.

Baru-baru ini seorang mahasiswa muda Universitas Queensland mengatakan dia telah menemukan cara untuk "mengkuadratkan angka" dan membuktikan bahwa perjalanan waktu "bebas paradoks" secara teori dimungkinkan di alam semesta.

Paradoks ini mempertanyakan bagaimana eksistensi diri kita ketika melakukan perjalanan ke masa lalu dan melakukan hal-hal yang membengkokkan sejarah. Sebagai contoh ketika seseorang kembali ke masa lalu dan melakukan interaksi dengan orang masa lampau maka akan membahayakan orang tersebut.


Dalam perhitungan studi terbaru, hal itu tak akan terjadi. Hipotesa secara teoritis menyebutkan jika seseorang kembali ke masa lalu, maka paradoks akan melakukan koreksi secara otomatis untuk tetap pada apa yang terjadi di masa depan.

Germain Tolbar, mahasiswa pascasarjana sekaligus penulis utama studi ini, mengatakan jika dirinya berhasil memecahkan teka-teka paradoks tersebut bersama dengan supervisornya, fisikawan UQ Dr Fabio Costa.

Mereka memberikan contoh perjalanan waktu yang dilakukan untuk menghentikan pasien nol corona. Berdasarkan pengertian paradoks, jika seseorang berhasil menghentikan infeksi virus corona pada pasien pertama maka kemungkinan akan menghilangkan motivasi orang tersebut untuk melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.

"Dalam contoh pasien nol virus corona, Anda mungkin berhasil menghentikan pasien nol dari infeksi," kata Tobar dilansir Queensland Times, Rabu (30/9). "Tapi, dengan melakukan hal ini, mungkin Anda yang akan menjadi pasien tersebut atau orang lain yang akan terinfeksi."

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa usaha apapun yang dilakukan untuk menciptakan paradoks akan gagal. Sebaliknya, peristiwa akan tetap terjadi dan menyesuaikan dengan perubahan yang ada. "Apapun yang Anda lakukan, peristiwa penting akan terkalibrasi ulang di sekitar Anda. Ini berarti apapun tindakan Anda, pandemi akan terjadi," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts