Setelah menjalani rehabilitasi, Roy Kiyoshi akhirnya bisa bebas dari RSKO Cibubur. Roy pun menceritakan rencananya setelah bebas termasuk ritual khusus untuk buang sial.
- Eva Ayu Rahmawati
- Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:34 WIB
WowKeren - Roy Kiyoshi akhirnya resmi bebas setelah menjalani vonis rehabilitasi selama 5 bulan. Seperti diketahui, paranormal indigo tersebut terjerat kasus narkoba dan sudah sudah menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur.
Usai menghirup udara bebas, Roy mengaku ingin melakukan ritual khusus demi menolak bala. Rupanya presenter berusia 33 tahun tersebut sudah meminta sang bunda, Meilany Chandra Waty, untuk memasak makanan khas Jawa serta semur jengkol.
"Ritualnya enggak ada yang neko-neko ya, maksudnya ritual ya seperti makan. Karena kita ada campuran tradisi Jawa, jadi mamaku percaya dengan bubur putih bubur merah, terus paling nasi tumpeng kuning antar keluarga aja. Kalau makan seperti itu insha Allah tidak ada lagi bencana. Sial dibuang," ujar Roy kepada WowKeren di RSKO Cibubur pada Selasa (6/10). "Aku kemarin sempat request mau makan semur jengkol ya, emang iya sih udah dibikinin juga karena itu makanan favorit aku, yang deso-deso deh pokoknya."
Lebih lanjut, Roy juga akan membuang beberapa barang untuk mengisyaratkan ritual buang sial. Mantan kekasih Evelin Nada Anjani tersebut juga ingin memenuhi nazarnya selama direhabilitasi, yakni membagikan rezeki kepada orang yang membutuhkan.
"Sebenarnya ada sih ritual (buang barang) itu tapi itu cuma sekadar syarat sih, bukan ritual. Kalau ritual kan berat ya. Pokoknya kalau aku keluar dari sini aku harus kembali lagi terjun ke pemulung, terjun ke orang-orang yang di jalan, aku suka bagi-bagi itu. Sembako, beras, ke yatim piatu," jelas Roy. "Itu udah aku nazar pokoknya kalau gue keluar nih gue pengin berbuat kebaikan lagi dan lagi, karena aku percaya banget dengan karma kan. Karma itu apa yang kamu tabur akan kamu tuai lagi."
Meski merasa trauma, Roy juga memetik hikmah dari kasus narkoba yang menjeratnya dan menasihati masyarakat agar tak meniru jejaknya. Seperti diketahui, Roy membeli obat-obatan yang masuk dalam golongan psikotropika tanpa resep dokter.
"Hikmahnya aku mengimbau ke semuanya, ke anak-anak muda juga, untuk tidak membeli obat tanpa resep karena memang itu kesalahan aku. Aku menyadari bahwa aku terlalu paranoid dan aku ada sakit insomnia dan itu penyakit kronis kata dokter aku dan harusnya pergi ke dokter," tutur Roy. "Makanya aku dapat pembelajaran sesuatu ya karena waktu itu aku takut COVID-19, ya udah aku beli tanpa resep deh. Ya trauma pastinya ada ya, tapi akhirnya ini jadi pembelajaran juga, oh iya (sudah) kapok."
(wk/evaa)