Sebagai anggota DPR, Tommy Kurniawan ikut kena hujat setelah UU Cipta Kerja disahkan. Sebelum buka suara di Instagram, Tommy lebih dulu menemui masyarakat di dapilnya.
- Neressa Prahastiwi
- Sabtu, 10 Oktober 2020 - 10:35 WIB
WowKeren - Tommy Kurniawan ikut menjadi sasaran kemarahan publik yang menolak UU Cipta Kerja. Kemarahan tersebut dilampiaskan melalui Instagram Tommy. Seperti diketahui, Tommy merupakan anggota DPR RI Komisi VI dari fraksi PKB.
Pria kelahiran 1984 ini akhirnya memberikan tanggapan mengenai UU Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10) lalu. Tommy rupanya juga ditanya soal UU Cipker oleh masyarakat di daerah pemilihannya. Menurut Tommy, banyak informasi yang beredar di media sosial adalah hoax.
"Saya sedikit menjelaskan kondisi yang saya tau dan sesuai yang saya tanyakan dengan teman-teman di Baleg ( karena tidak semua anggota itu adalah anggota Baleg ) bahwa banyak hal hal yang beredar di sosmed itu banyak hoax nya," tulis Tommy pada Jumat (9/10).
Menurut Tommy, UU Cipker dibuat untuk lebih banyak menciptakan lapangan kerja. Apabila ada keberatan, Tommy berharap masyarakat menempuh jalur yang seusai dan tidak anarkis. Ia bersyukur karena masyarakat di dapilnya dapat menerima penjelasannya dengan baik.
"Tujuan dibuat nya omnibus law ini adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuat kepastian hukum bagi investasi dan juga mencari jalan tengah dari hambatan regulasi untuk kemajuan bangsa Indonesia," sambung Tommy.
"Alhamdulillah penjelasan saya bisa di terima dengan baik," ujarnya. "Tentu penjelasan saya ini masih jauh dari sempurna dan tidak semua bisa menerima, mari kita berdiskusi dengan kepala dingin dan baik dan kita baca dulu 1000an halaman RUU omnibus law ini."
Mengenai tuduhan yang dilayangkan kepadanya melalui media sosial, Tommy telah menerimanya dengan lapang dada. "Saya menerima dengan hati yang lapang apa yang di tuduhan kepada saya melalui sosmed," pungkasnya.
Unggahan Tommy tersebut masih menuai banyak protes atas pengesahan UU Cipker. Pernyataan serta diskusi Tommy bahkan masih saja dinilai pencitraan. Tommy lagi-lagi menjawabnya dengan tenang.
"Pencitraan.... Pemodal Asing dipermudah... Jika memang benar dan baik,,, kenapa kiai said aqil menyuruh lawan.." komentar akun @bxxxxoela7. "@bxxxxoela7 kan saya bilang jika ada keberatan gpp , yg di rasa belum sempurna di sempurna kan.." sahut Tommy.
(wk/nere)