Upaya Pemkot Membuahkan Hasil, 33 Kelurahan di Surabaya Sudah Nihil Kasus COVID-19
Nasional

Upaya Pemkot untuk menekan kasus COVID-19 juga dilakukan dengan menerapkan mini lockdown. Langkah ini diambil ketika di suatu gang ditemukan orang positif COVID-19

WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya untuk menekan semaksimal mungkin kasus COVID-19 di Kota Pahlawan. Alhasil, pandemi corona di kota yang dipimpin oleh Tri Rismaharini ini pun sedikit demi sedikit mulai berkurang.

Dilansir dari Suara Surabaya, Selasa (13/10), hingga kini sudah ada 33 kecamatan yang melaporkan nihil kasus COVID-19. Laporan itu berdasarkan data hingga Minggu (11/10).

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan jika capaian ini tak lepas dari upaya sosialisasi yang terus digencarkan. Lalu ditambah dengan pengawasan di lapangan yang cukup ketat.

"Jadi, puluhan kelurahan ini bisa nol kasus karena terus dikuatkan sosialisasi protokol kesehatannya," kata Febri di Balai Kota, Senin (12/10). "Dan dilakukan operasi protokol kesehatan, serta terus melakukan penguatan Kampung Tangguh."


Tak cukup sampai di situ, upaya Pemkot untuk menekan kasus COVID-19 juga dilakukan dengan menerapkan mini lockdown. Langkah ini diambil ketika di suatu gang ditemukan orang positif COVID-19. Sehingga untuk menekan penyebaran yang lebih luas, maka akan dilakukan pemblokiran lokal.

Lalu, untuk melacak penyebaran sekaligus sebagai langkah antisipasi, semua orang yang berada di gang yang sama juga akan langsung ditest swab. Jika ditemukan ada warga yang positif maka segera dilakukan isolasi agar tidak menulari yang lain.

"Bahkan, saat itu langsung dilakukan tes swab bagi warga lainnya di gang itu, sehingga cepat diketahui mana yang positif dan mana yang negatif," ujar Febri menjelaskan. "Nah, bagi yang positif langsung kami isolasi, sehingga tidak ada penyebaran lagi."

Komitmen Pemkot Surabaya dalam menekan angka kasus COVID-19 juga dibuktikan dengan pembentukan Tim Swab Hunter. Operasi digelar oleh Pemkot Surabaya guna membantu memutus mata rantai penyebaran virus.

Sementara itu, Wali Kota Risma sebelumnya sempat mengklaim jika Surabaya sudah berstatus zona kuning. Kendati demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan capaian ini. Masyarakat harus tetap tertib menjalankan protokol kesehatan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts