Bintangi Film Bertema Sejarah, Kevin Julio Ungkap Pengalaman Seru Dalami Peran di Film 'Kadet 1947'
Instagram/kevinjulio1993
Film

Kevin Julio menjadi pemeran utama yang membintangi film bertema sejarah berjudul 'Kadet 1947'. Memerankan tokoh seorang pelajar penerbang, Kevin rupanya memiliki pengalaman panjang untuk mendalami karakternya.

WowKeren - Kevin Julio terlibat dalam sebuah film bertema sejarah yang saat ini sedang dalam proses penggarapan berjudul "[Kadet 1974]". Dalam film tersebut, Kevin dipercaya untuk menjadi pemeran tokoh utama. Bermain dalam film sejarah, Kevin mengaku mengalami sejumlah kendala dan pengalaman berbeda dalam mendalami karakter yang akan ia mainkan.

"Seru banget, ini pengalaman menarik buat gue. Butuh persiapan mental dan fisik yang kuat, karena di sini kita latihan fisik dan di-coaching langsung sama TNI AU," ungkap Kevin dilansir dari Detik.com.

Kevin Julio akan beperan sebagai tokoh utama bernama Kadet Mulyono. Tak hanya mendalami hal baru seperti belajar menerbangakan pesawat, ia juga harus mendalami perannya sebagai tokoh yang hidup di era 1940-an.

"Gimana sih perasaannya jadi anak muda yang hidup di masa perang? Di satu sisi mereka punya cita-cita mulia, tapi di sisi lain mereka kaya anak muda pada umumnya aja, punya jiwa nekat dan masalah sehari-hari." ujar Kevin.


Tak hanya mengangkat peristiwa yang jarang dibahas di buku sejarah, film Kadet 1947 juga mengulas sisi lain anak muda di tahun 1940-an. Maka itu, film ini juga diramaikan oleh kehadiran para aktor muda lain. Di antaranya Wafda Saifan pemeran Kadet Sutardjo.

Menurut Wafda, penggarapan set yang matang jadi salah satu daya tarik utama film ini. "Gambarin situasi puluhan tahun lalu itu kan sulit ya, apalagi untuk setting medan perang. Banyak detail yang harus dipikirin. Nanti penonton bisa lihat penampakan pesawat tempur warisan Jepang di zaman itu yang sederhana dan vintage banget tapi bisa jadi kendaraan para kadet buat perang melawan Belanda. Ini salah satu experience yang gue rasa layak ditunggu masyarakat," ujarnya.

Setelah tertunda sejak Maret, film yang disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini akhirnya mampu melanjutkan kembali produksinya. Menurut sang produser, Tesadesrada Ryza, proses penggarapan film ini tetap menyesuaikan protokol kesehatan.

"Awalnya pasti khawatir (syuting) di tengah pandemi soalnya hambatannya banyak banget. Tapi, ujung-ujungnya semua bisa dilewati. Kami mematangkan semuanya mulai dari tes kesehatan bagi seluruh kru dan perizinan dari pemerintah setempat," pungkas Tesadesrada Ryza.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts