95 Kelurahan Catat 0 Kasus, COVID-19 di Surabaya Mulai Terkendali?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah dengan terus melakukan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan hingga pola hidup bersih dan sehat

WowKeren - Perkembangan kasus positif COVID-19 di Surabaya menunjukkan arah yang lebih baik. Angka penularan di kota ini perlahan mulai terkendali.

Hingga Minggu (1/11), ada 95 kelurahan yang mencatat nol kasus corona. Sejumlah kelurahan yang dimaksud antara lain Tanjungsari, Putat Gede, Sukomanunggal, Simomulyo Baru, Tandes, Balongsari, hingga Asem Rowo.

"Alhamdulillah sudah semakin banyak angka nol kasus di berbagai kelurahan," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin (1/11). "Artinya, kasus ini semakin dapat terkendali."

Pencapaian ini tentu saja tak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Pemkot dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Sembari mempertahankan kasus nol COVID-19, pemkot juga berupaya menambah jumlah nol kasus di berbagai kelurahan.


Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah dengan terus melakukan sosialisasi. Tak hanya sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan, namun juga pola hidup bersih dan sehat mulai dari tingkat lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan, serta melibatkan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Sosialisasi perlu terus dilakukan untuk menumbuhkan jiwa disiplin pada warga.

"Sosialisasi prokes ini penting dilakukan secara terus menerus, agar warga tetap disiplin," tutur Febri. "Sehingga tujuan mengendalikan dan memutus mata rantai juga dapat tercapai. Kami juga tetap lakukan swab secara masif."

Febri juga melanjutkan, kabar baik datang dari jumlah kesembuhan pasien yang terus meningkat setiap harinya. Kasus aktif atau pasien terkonfirmasi positif pun juga terus menurun. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sudah mencapai 92,12 persen.

"Dari angka itu, hingga hari ini kasus aktif tinggal 91 pasien," jelas Febri. "Rinciannya, yakni rawat jalan 10 kasus, rawat inap 33 kasus, Hotel Asrama Haji 41 kasus dan RS Lapangan 7 kasus."

Sementara itu beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengungkapkan sekolah tatap muka akan kembali dibuka jika jumlah kasus COVID-19 di Surabaya tinggal 50.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts