Rapper 'I Like It' tersebut mengimbau agar pemilih yang terjebak dalam antrean untuk bersabar. Ia juga mengingatkan penggemar untuk membawa makanan ringan saat mengantre.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 04 November 2020 - 14:55 WIB
WowKeren - Cardi B mengaku rela bangun subuh demi menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada Selasa (3/11) waktu setempat. Rapper populer tersebut menyampaikan ceritanya itu melalui video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah di Instagram pribadinya.
"Jika kalian mengenalku, kalian tahu aku benci bangun pagi. Tapi aku akan bangun sangat pagi agar aku tidak terjebak dalam antrean (pemilu)," kata Cardi B.
Rapper "I Like It" tersebut juga mengimbau agar pemilih yang terjebak dalam antrean untuk bersabar. Cardi B juga mengingatkan penggemar untuk membawa makanan ringan dan memastikan daya ponsel terisi penuh agar dapat menghibur diri ketika bosan mengantre. Istri Offset tersebut ingin warga AS ikut serta dalam Pilpres karena satu suara bisa membuat perubahan.
Setelah menggunakan hak suaranya, pelantun "Bodak Yellow" ini kembali mengunggah video. Ia merekam video saat ia berada di dalam sebuah mobil dengan stiker bertuliskan "I voted" yang tertempel di hidungnya.
"Hai, semua. Aku sudah memilih. Itu sangat mudah. Memilihlah. Setelah kalian memilih, kalian merasa seperti melakukan sesuatu," tutur musisi asal Bronx tersebut.
Cardi B sendiri dengan tegas mengakui bahwa ia mendukung pasangan Joe Biden dan Kamala Harris dalam Pilpres AS 2020. Wanita berusia 28 tahun itu mengaku sudah bertemu langsung dengan Biden dan berharap capres dari Partai Demokrat itu merupakan orang yang benar-benar peduli. Cardi B pun mengaku siap melihat perubahan yang dilakukan Biden bila menjadi presiden AS.
Sejauh ini, suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 225 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 213 suara elektoral.
Berdasarkan hasil sementara, Trump menang di Texas, Florida, Iowa, Montana, Ohio, Utah, dan Idaho. Sementara Biden unggul di California, Hawaii, dan Minnesota. Negara bagian tersebut rata-rata telah melakukan 96 persen penghitungan suara. Sementara suara masuk baru 60 persen ada di negara bagian Pennsylvania dan Georgia.
Pemenang pemilu ditentukan melalui sistem yang disebut electoral college. Masing-masing dari 50 negara bagian, ditambah Washington DC, diberi jumlah suara elektoral dengan total 538 suara. Negara bagian yang lebih padat mendapatkan lebih banyak suara dari perguruan tinggi elektoral daripada yang lebih kecil.
Seorang kandidat harus memenangkan 270 suara elektoral (50 persen plus satu) untuk memenangkan pemilihan. Di setiap negara bagian kecuali dua, Maine dan Nebraska, kandidat yang mendapatkan suara terbanyak memenangkan semua suara dari electoral college pemilihan negara bagian.
(wk/luth)