JTBC mengalami utang besar yang dapat mempengaruhi jadwal drama mendatang.
- Jumat, 19 Juni 2026 - 18:37 WIB
WowKeren - JTBC, salah satu jaringan televisi terkemuka di Korea Selatan, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka mengalami utang sebesar ₩20 miliar (sekitar Rp 240 miliar). Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai jadwal tayang drama-drama yang akan datang, termasuk yang dibintangi oleh Ahn Bo Hyun dan Lee Sung Min untuk paruh kedua tahun ini.
Pada 16 Juni 2026, Pengadilan Kebangkrutan Seoul mengeluarkan perintah pemeliharaan dan larangan menyeluruh terhadap lima perusahaan afiliasi, termasuk JTBC, JoongAng Holdings, dan ContentreeJoongAng. Situasi ini membuat perhatian publik tertuju pada SLL (SLL JoongAng), perusahaan produksi konten utama grup tersebut, dan apakah mereka akan terpengaruh oleh krisis likuiditas yang dialami oleh perusahaan-perusahaan dalam grup ini.
Kasus utang ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh JTBC, namun dengan jumlah yang cukup besar, para pemangku kepentingan mulai mempertanyakan kelangsungan produksi drama-drama yang telah dinanti-nanti. Drama-drama ini diharapkan dapat memikat perhatian penonton, terutama dengan kehadiran aktor-aktor populer seperti Ahn Bo Hyun dan Lee Sung Min yang memiliki banyak penggemar.
JTBC dikenal dengan program-program berkualitas tinggi dan drama-drama yang sering kali meraih rating tinggi. Namun, jika masalah utang ini tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa mengganggu produksi dan bahkan penayangan drama yang telah ditetapkan. Saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak JTBC mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi utang ini dan dampaknya terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan.
Para penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, tentunya berharap agar drama-drama yang melibatkan Ahn Bo Hyun dan Lee Sung Min tetap dapat tayang sesuai jadwal. Keduanya dikenal memiliki banyak penggemar yang setia, dan ketegangan ini menambah rasa penasaran akan kelanjutan karir mereka di industri hiburan, terutama di tengah ketidakpastian yang melanda JTBC.
(wk/timw)