Ancaman Besar Pakai Masker Medis Saat Corona: Baru Terurai 100 Tahun Lagi
Health

IDI Jakarta Selatan mengungkap bahaya kerusakan lingkungan yang mengintai dari penggunaan masker medis sekali pakai. Ternyata butuh 100 tahun untuk mengurai limbah masker medis.

WowKeren - Masker adalah kebutuhan penting di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Di Indonesia, ada beberapa jenis masker yang beredar, salah satunya masker medis yang umumnya hanya bisa dipakai sekali.

Masker medis sendiri diklaim lebih aman dalam menyaring partikel udara ketimbang masker kain. Namun ternyata masker medis memiliki kelemahan besar yang bisa menjadi penyakit jangka panjang, yakni sulit terurai bahkan sampai seratus tahun!

"Masker medis ini membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai secara sempurna di dalam tanah," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan, M Yadi Permana, Rabu (4/11). "Bahkan ada literatur yang mengatakan bisa lebih dari 100 tahun."

Tentu saja limbah masker medis sangat berbahaya, ditambah bila sebelum dibuang tidak diolah dengan baik terlebih dahulu. Karena itulah, masker medis sekali pakai untuk tidak dibuang sembarangan dan mengikuti kaidah pembuangan yang benar.


"Masker madis setelah digunakan langsung kita rusak karena takut disalahgunakan, kan ada liputan di beberapa stasiun televisi, bahwa masker medis ini didaur ulang secara sembrono," jelas Yadi, dikutip dari Republika, Kamis (5/11). "Tidak melalui mekanisme yang benar, itu dikumpulkan untuk dipakai lagi."

Karena itulah Yadi mendorong agar masker medis yang memerlukan pengolahan yang baik agar hanya digunakan oleh tenaga kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran nanti setelah dipakai akan diolah sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Sebagai gantinya, IDI Jaksel mendorong masyarakat untuk mengenakan masker kain dua lapis yang bisa dicuci berkali-kali. "Masker kain dua lapis digunakan oleh orang yang sehat dengan rentang usia di bawah 60 tahun," tutur Yadi.

Di sisi lain pemerintah memang menyarankan agar masyarakat menggunakan masker kain alih-alih masker medis kalau memang beraktivitas di luar ruangan. Tak hanya memakai masker, dua protokol kesehatan lain juga mesti dipatuhi masyarakat seperti menjaga jarak hingga rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait