Survei yang yang dilakukan dengan menggandeng ISC tersebut juga melaporkan jumlah pengguna internet per kuartal II tahun ini yang mencapai 73,7 persen dari populasi Indonesia.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 November 2020 - 15:42 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 sedikit banyak turut mengubah kebiasaan masyarakat saat beraktivitas. Terutama saat berbelanja.
Kendati belanja online sudah banyak dilakukan bahkan sebelum pandemi, namun adanya pandemi membuat orang-orang lebih banyak memilih untuk berbelanja melalui layar ponsel masing-masing.
Sebab, pusat perbelanjaan sendiri juga banyak yang berhenti beroperasi untuk sementara guna menekan penularan virus corona. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pun merilis hasil survei mereka terkait perilaku pengguna internet.
Termasuk salah satunya mereka yang gemar berbelanja online. Dari survei yang dilakukan selama periode 2019-kuartal II 2020, diketahui ada tiga produk yang paling banyak dibeli pengguna saat belanja online. Ketiga produk yang dimaksud adalah produk fashion dan kecantikan, produk rumah tangga, dan produk elektronika.
Survei yang yang dilakukan dengan menggandeng Indonesia Survey Center (ISC) tersebut juga melaporkan jumlah pengguna internet per kuartal II tahun ini yang mencapai 73,7 persen dari populasi Indonesia. Artinya, dari 266,9 juta populasi penduduk Indonesia ada 196,7 juta penduduk yang merupakan pengguna internet.
"Survei ini menggambarkan ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia sebesar 8,9 persen," kata Ketua Umum APJII Jamalul Izza dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11). "Atau setara 25,5 juta pengguna di medio tahun ini."
Kenaikan jumlah pengguna internet ini juga didukung oleh sejumlah faktor. Salah satunya kondisi infrastruktur internet cepat atau broadband di Indonesia semakin merata dengan adanya Palapa Ring.
Selain itu saat pandemi, banyak kegiatan yang metode penerapannya beralih dari offline ke daring. Misalnya seperti pembelajaran online dan kerja dari rumah yang mendorong transformasi digital kain masif. "Kenaikan itu juga didorong program-program APJII seperti Desa Internet Mandiri yang didukung oleh sekitar 500 anggota Asosiasi," sebutnya.
Untuk lokasi yang terbanyak mencatat jumlah pengguna internet, Pulau Jawa menduduki peringkat pertama yakni sebesar 56,4 persen. Lalu disusul dengan Pulau Sumatera 22,1 persen, Pulau Sulawesi 7 persen, Kalimantan 6,3 persen.
(wk/zodi)