Zona Merah Bertambah Lagi, Tanda Pemda Mulai Lengah?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Terjadi kenaikkan jumlah zona merah, sehingga Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika Pemda mulai lengah menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan.

WowKeren - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat telah lengah menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan serta upaya testing-tracing-treatment (3T) sehingga zona merah alias risiko tinggi penyebaran COVID-19 bertambah. Padahal sebelumnya, angka zona merah telah menurun.

Seperti pada 18 Oktober lalu, zona merah tercatat sebanyak 32 daerah, kemudian berkurang menjadi 20 daerah di pekan terakhir Oktober, dan 19 daerah pada pekan pertama November. Namun, zona merah kembali meningkat pada pekan ini, menjadi 27 daerah kabupaten/kota.

"Ini menunjukkan pemda benar-benar lengah, apabila pemda dan masyarakat lengah maka kabupaten/kota yang ada di zona oranye ini bisa berpindah ke zona merah, dan jangan sampai ini terjadi," kata Wiku dalam konferensi pers 'Perkembangan Penanganan COVID-19' di YouTube BNPB, Selasa (11/10).

Wiku menyebut perkembangan zonasi risiko minggu ini terlihat kurang baik karena bertambahnya zona merah. Untuk zona oranye alias risiko sedang penyebaran COVID-19 berkurang dari 371 menjadi 370 kabupaten/kota.


Sementara zona kuning atau risiko ringan juga berkurang menjadi 97 dari 104 kabupaten/kota. Sedangkan zona hijau, terbagi ke dalam 2 kategori di antaranya zona tak ada kasus bertambah menjadi 9 kabupaten/kota, kemudian zona tak terdampak berkurang menjadi 11 kabupaten/kota.

Wiku lantas meminta masyarakat menyadari bahwa Indonesia masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Menurutnya, masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ia juga agar Pemda menegakkan disiplin pada masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan COVID-19. Pemda juga diminta meningkatkan upaya 3T untuk mendeteksi COVID-19 sedini mungkin. "Pastikan masyarakat mematuhi protokol 3M, tegakan disiplin pada masyarakat yang masih abai protokol, selain itu Pemda agar tingkatkan 3T," pungkasnya.

Sebelumnya, Wiku telah mengklaim bahwa kasus positif corona di Indonesia sudah mulai terkendali. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kesembuhan yang terus meningkat. Yang mana, hal ini berbalik dengan jumlah kematian yang terus menurun.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts