Rekan Dekat Ungkap Pihak yang Berperan Besar dalam Kematian Putri Diana
Getty Images
Selebriti

Seorang rekan dekat Diana, Rosa Monckton, buka suara perihal kematian mantan istri Pangeran Charles itu. Monckton mengungkapkan salah satu pihak yang memiliki andil besar dalam kematian Princess of Wales tersebut.

WowKeren - Putri Diana diketahui sudah meninggal sejak 23 tahun silam dalam sebuah kecelakaan di tahun 1997. Meski demikian, hingga kini kematian sang Princess of Wales tersebut masih dianggap sebagai sebuah misteri.

Terkait hal ini, seorang rekan dekat Diana, Rosa Monckton, buka suara perihal kematian mantan istri Pangeran Charles tersebut. Dalam keterangannya, Monckton mengungkapkan salah satu pihak yang memiliki andil besar dalam kematian Princess of Wales tersebut.

Dilansir dari Marie Claire, Rosa Monckton menyebut wawancara Diana dengan BBC Panorama di tahun 1995 telah mengubah hidup sang People's Princess. Dalam wawancara tersebut, Diana menjadi sangat terbuka tentang kehidupan pribadinya, termasuk kegagalan pernikahannya dengan Pangeran Charles. Bahkan ia tak segan membahas perselingkuhan Charles dengan Camilla.

Rosa Monckton menyebut Diana mengalami "perubahan mendadak" ketika dia mulai bertemu dengan jurnalis Martin Bashir yang mewawancarainya kala itu. "Diana berubah dari sangat peduli dengan urusan sehari-hari, sama seperti teman normal lainnya, menjadi tiba-tiba terobsesi dengan plot yang berkebalikan dengannya," tulis Monckton dalam sebuah artikel untuk Daily Mail.

Monckton mengatakan Diana berada dalam cengkeraman pewawancara Martin Bashir. Ia bahkan menyebut Diana berbeda dari pribadi yang dikenalnya sebagai orang berkepala dingin, suka bersenang-senang, dan penyayang. Terlebih lagi, Monckton melihat wawancara itu sebagai titik balik penting dalam kehidupan Diana yang mungkin mengubah jalannya sejarah dan mendorong proses perceraian antara Diana dan Charles.


Karena wawancara tersebut, Monckton percaya bahwa proses perceraian itu terjadi secara terburu-buru dan bahwa keputusan tentang masa depan mereka dibuat dengan tergesa-gesa, dengan implikasi jangka panjang tidak dipikirkan secara matang.

Menurut Monckton, hal itu pula lah yang memainkan peran langsung dalam kematian mendadak Diana di Paris pada Agustus 1997.

"Di antara keputusan itu adalah fakta bahwa Diana kehilangan gelar kerajaannya. Seandainya dia mempertahankannya, dia akan tetap berada dalam pelukan Keluarga Kerajaan ketika di Paris pada 31 Agustus 1997. Dan dia hampir pasti tidak akan berada di tangan yang tidak mampu dari pengemudi mabuk yang ngebut yang dipekerjakan oleh Mohamed Al-Fayed, yang memiliki Hotel Ritz tempat dia dan putranya, Dodi, makan," tulis Monckton.

Penegasan Monckton muncul di tengah tuduhan baru terhadap BBC yang mengklaim bahwa Bashir memanipulasi dan berbohong kepada Diana demi kepentingan komersil. Meskipun BBC pada awalnya membantah tuduhan tersebut, namun kini akan ada penyelidikan yang kuat dan independen atas masalah itu.

"BBC menanggapi hal ini dengan sangat serius dan kami ingin mengungkap kebenaran. Kami sedang dalam proses melakukan penyelidikan yang kuat dan independen. Berita terbaru menyoroti beberapa masalah yang terkait. BBC harus berpegang pada standar emas jurnalisme," ujar Tim Davie, dirjen BBC.

Terlepas dari hal tersebut, Putri Diana tewas dalam kecelakaan maut yang merenggut nyawanya pada tahun 1997 silam. Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pasca mobil yang ditumpangi oleh Diana dan Dodi Al Fayed menabrak terowongan Pont de l'Alma di Paris, Prancis. Kecelakaan ini disinyalir sebagai ulah paparazzi yang memburu potret ibu dua anak tersebut.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!