Begini 'Respons' Habib Rizieq Soal Heboh Pangdam Jaya Ancam Bubarkan FPI
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Pangdam Jaya mengancam akan membubarkan FPI yang dianggapnya kerap melakukan pelanggaran hukum. Belakangan 'tanggapan' dari Imam Besar FPI Habib Rizieq menjadi sorotan.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan sosok Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman tengah menjadi sorotan publik luas. Pasalnya sang petinggi TNI dengan lantang mengancam bakal membubarkan Front Pembela Islam (FPI) bila ormas itu terus melakukan pelanggaran hukum.

Dan bersamaan dengan itu, video ceramah Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab kembali viral di media sosial. Video yang tampaknya direkam sejak lama itu menunjukkan bagaimana tanggapan Rizieq jika ormas yang dipimpinnya itu diancam akan dibubarkan.

"FPI mau dibubarkan, saya enggak pusing. Malam ini Front pembela Islam dibubarkan ya enggak apa-apa, besok pagi saya bentuk lagi Front Persatuan Islam, singkatannya sama, FPI," tegas Rizieq, dilansir dari Viva, Selasa (24/11).

"Dibubarin lagi, saya bikin Front Persaudaraan Islam singkatan FPI yang pimpin dia-dia juga," imbuh Rizieq. "Dibubarin lagi ya enggak apa-apa, saya bikin Front Penjaga Islam, singkatan sama, yang pimpin sama, kerjaan sama."


Rizieq pun menegaskan pembubaran FPI bukanlah sesuatu yang sangat ia pusingkan. Sebab menurutnya FPI merupakan organisasi alat juang alih-alih sebuah tujuan. "Tujuan kita adalah ridho Allah SWT," ungkap Rizieq.

Lebih lanjut, dalam rekaman itu Rizieq pun menjelaskan, dengan atau tanpa FPI, semestinya semua umat Islam harus memperjuangkan amar makruf nahi mungkar. Pada kesempatan yang sama, ulama yang baru kembali dari Arab Saudi itu mengajak umat untuk tidak melangkahi pemerintah serta melarang para anggotanya berbuat anarki.

"Saya tidak pernah mengatakan anggota FPI itu suci. Saudara mereka yang di daerah, ada yang berpendidikan ada yang tidak. Yang berpendidikan mudah diaturnya. Yang tidak berpendidikan sulit dibina," kata Rizieq.

"Saya sudah sampaikan kepada Bapak Kapolri, anggota FPI mana saja kalau mereka melakukan pelanggaran terhadap hukum, proses secara hukum yang berlaku," pungkas sang imam besar. "Kita tidak akan membela dan melindunginya, tidak boleh dibela kalau yang salah."

Di sisi lain konflik yang meruncing antara Pangdam Jaya dan FPI terus menjadi sorotan publik. Apalagi karena ternyata aksi sang Pangdam didukung beberapa pihak, termasuk Kapolda Metro Jaya yang baru terpilih.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts