Susi Pudjiastuti Diyakini Tak Kembali Jadi Menteri KKP Walau Edhy Prabowo Mundur, Ini Alasannya
Nasional
Menteri Tersangka Korupsi

Doktor politik dari Universitas Auckland Selandia Baru mengungkap analisis perihal tak akan kembalinya Susi Pudjiastuti ke kabinet walau Edhy Prabowo kini sedang terjerat kasus korupsi.

WowKeren - Nama dua Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Susi Pudjiastuti dan Edhy Prabowo, sedang menjadi bahasan panas di tengah publik. Seperti diketahui, Edhy kini terjerat "capit korupsi" ekspor benih lobster, sedangkan Susi langsung diharapkan kembali mengabdi di Kabinet Presiden Joko Widodo.

Susi pun sudah menjawab soal ramainya keinginan publik agar kembali ke Kabinet. Dan kekinian analisis dari seorang Pakar Politik dan Hubungan Internasional Universitas Auckland kembali mengemuka.

Fabio Scarpello, Ph.D., dalam jurnal ilmiahnya mengungkap alasan Susi tak akan kembali ke kabinet. Kala itu ia mengaitkan dengan tidak dipilihnya kembali Susi oleh Jokowi, namun kini publik menghubungkannya dengan fakta bahwa kursi Menteri KKP pun sudah ditinggalkan Edhy.

Scarpello menyusun riset ilmiahnya berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah pejabat kementerian, kelompok nelayan, pelaku bisnis, pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), politikus, hingga Susi sendiri. Ditambah dengan berbagai bacaan terkait selama 2018-2019, Scarpello menyebut alasan pertama Susi tak akan kembali ke kabinet adalah karena gaya kepemimpinannya yang tegas.


Dengan tagline "tenggelamkan" yang melekat padanya, Susi memunculkan koalisi anti dirinya. Koalisi ini pun bangkit, mereka tersusun dari beberapa pihak mulai dari "atasan" seperti DPR RI sampai kelompok sipil dan asosiasi perikanan.

Apalagi kebijakan larangan kapal buatan asing pada 2016 membuat Susi menjadi musuh bersama. Koalisi ini menggunakan beragam cara untuk bisa menggulingkan Susi, termasuk dengan menyerang citra politik sang menteri.

Susi pun disebut cenderung berkelompok hanya dengan pihak-pihak yang sepaham dengan visi dan misinya. Namun Scarpello menilai "kesalahan" terbesar Susi hingga tak mungkin kembali ke kabinet adalah sikap kerasnya membabat penangkapan ikan ilegal berujung mengorbankan kesejahteraan nelayan.

Kesatuan Nasional Tradisional Indonesia (KNTI) yang awalnya mendukung Susi pun perlahan-lahan "menjauh". Dan di lingkup kabinet sendiri Susi makin terisolir usai bertikai dengan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Di sisi lain, Edhy Prabowo sudah mengungkap keyakinannya untuk mundur dari Kabinet Indonesia Kerja sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus dugaan suap yang menjeratnya. Sementara Jokowi langsung menunjuk "sosok sibuk" Menko Luhut untuk menjadi menteri ad interim pengganti Edhy.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts