Maudy Ayunda Bocorkan Satu Ilmu ‘Jenius’ Dari Stanford Ke Nadiem Buat Atasi Masalah Sehari-Hari
Instagram/maudyayunda
Selebriti

Ngobrol dengan Mendikbud Nadiem Makarim, Maudy Ayunda membocorkan salah satu ilmu hebat dari Stanford untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari.

WowKeren - Maudy Ayunda baru-baru ini menjalani diskusi yang cukup seru dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim secara virtual. Dalam diskusi ini, keduanya saling berbagi pemikiran dalam sejumlah topik.

Maudy juga diminta Nadiem untuk menceritakan seperti apa rasanya berkuliah di Stanford University, Amerika Serikat (AS). Seperti yang diketahui, pelantun lagu “Pelahu Kertas” itu memang tengah mengeyam pendidikan magister jurusan bisnis di universitas Ivy League itu sejak 2019.

Nadiem khususnya bertanya konsep dan sistem pendidikan seperti apa yang didapat Maudy selama berkuliah disana. Mendengar itu, perempuan berusia 25 tahun ini pada awalnya hanya tertawa.

"Kayaknya sudah banyak konsep-konsep pendidikan yang dipelajari di Stanford, tolong dong ajarin saya,” kata Nadiem saat siaran live Instagram, Jumat (27/11). “Apa sih konsep yang paling 'Aha!' di Stanford waktu ambil bidang pendidikan? Yang paling wah atau break through.”


Maudy kemudian menceritakan tahun ini ia baru mulai mengambil kelas tentang pendidikan. Dalam kelas ini, ia lantas membocorkan ada satu ilmu atau konsep yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatasi permasalahan.

”Jadi frame work yang digunakan untuk memecahkan masalah sosial apa pun itu, it's the idea of positive deviance (solusi untuk mengatasi suatu masalah),” jelas Maudy. “Bahwa approach-nya itu kita bukan cari solusi dari luar.”

Lebih lanjut Maudy menjelaskan ke Nadiem bagaimana biasanya seseorang cenderung mencari ahli dari luar dan mengaplikasikan solusinya untuk mengatasi masalah. Namun dari ilmu yang didapat di Stanford ini, Maudy belajar untuk menemukan sejumlah orang dengan masalah yang sama dengan hasil akhir berbeda, lalu membandingkan cara mereka menyelesaikan masalah.

Positive deviance ini adalah ide di mana kita mencari orang-orang yang juga mengalami restrictions (batasan) dan constraints (kendala) yang sama dalam environment yang sama, tapi somehow mendapatkan hasil yang berbeda dari yang lainnya.”

”Pasti ada satu dua hal yang orang itu lakukan yang membuahkan hasil berbeda,” sambungnya. “Ini juga konsepnya mengajak orang-orang di komunitas itu untuk juga memiliki ownership karena itu bersama-sama mencari cara yang baik.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts