Habib Rizieq Syihab akhirnya membeberkan kesaksian terkait kronologi bentrok yang berujung penembakan terhadap 6 laskar FPI yang mengawalnya pada Senin (7/12).
- Elvariza Opita
- Rabu, 09 Desember 2020 - 19:47 WIB
WowKeren - Aksi baku tembak yang melibatkan laskar pengawal Habib Rizieq Syihab dan Polda Metro Jaya pada Senin (7/12) tengah bergulir panas. Diketahui 6 pengawal sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sampai tewas ditembak oleh polisi karena dianggap mengancam keselamatan aparat yang bertugas.
Yang kemudian membuat situasi makin panas, ada perbedaan cerita yang diungkap dari kubu polisi dan FPI. Kekinian Habib Rizieq akhirnya angkat bicara dan memberikan kesaksian terkait dengan insiden tersebut. Habib Rizieq pun membenarkan bahwa kronologi yang disampaikan FPI yang benar adanya.
"Pertama bahwa keterangan pers secara resmi yang sudah dikeluarkan DPP FPI tentang kronologis penembakan yang terjadi isinya adalah benar," ujar Habib Rizieq dalam rekaman suara, dilansir dari Kumparan, Rabu (9/12). "Sekali lagi saya sampaikan, kronologis yang dibuat dan disebarluaskan oleh DPP FPI saya memberi kesaksian kepada salah satu saksi korban kejadian bahwa isi keterangan pers itu benar."
Sebagai informasi, dalam kronologi yang disampaikan FPI, polisi lah yang memulai penguntitan tersebut. Kemudian terjadi aksi memepet mobil rombongan Habib Rizieq dan berujung penembakan 6 laskar yang menjadi pengawal sang ulama.
Dalam rekaman suara yang sama, Habib Rizieq pun membenarkan bahwa rombongan pengawalnya tidak pernah menggunakan senjata tajam maupun senjata api. Selain itu, Rizieq juga tidak mengira bahwa penguntit yang membuat rombongannya waswas merupakan anggota kepolisian.
"Pada saat kejadian tak ada satupun di antara kami baik saya dan keluarga maupun laskar pengawal yang mengira kalau yang melakukan pengejaran, memepet, mengganggu, adalah dari kepolisian," tutur Rizieq. "Sama sekali tidak menduga dan mengira."
Terkait dengan keaslian rekaman itu pun sudah dikonfirmasi kepada kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar. Wakil Sekretaris Umum DPP FPI sekaligus Sekretaris Bantuan FPI itu menyatakan bahwa rekamannya merupakan suara Habib Rizieq. "Benar, itu mungkin saat pemakaman di Megamendung," terang Aziz.
Lima dari 6 jenazah para laskar yang berpulang dalam insiden tersebut memang dimakamkan di kawasan Megamendung, Jawa Barat. Sementara salah satu jenazah diurus sendiri pemakamannya oleh pihak keluarga. Jenazah ini sendiri akhirnya dipulangkan pihak kepolisian setelah 30 jam "ditahan" dengan agenda autopsi.
(wk/elva)