Beredar narasi bahwa meminum minyak kayu putih bisa mengobati COVID-19. Lantas benarkah klaim ini? Ahli paru-paru Erlina Burhan pun memberi penjelasan berikut.
- Elvariza Opita
- Jumat, 11 Desember 2020 - 20:12 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu beredar narasi bahwa minyak kayu putih, yang juga dikenal berbahan dasar Eucalyptus sp., bisa menjadi penawar infeksi virus Corona. Tak tanggung-tanggung, minyak kayu putih itu bahkan dianjurkan untuk diminum agar khasiatnya terasa.
Lantas benarkah klaim ini? Dilansir dari Kumparan, dengan tegas disebutkan bahwa klaim mengonsumsi minyak kayu putih demi menyembuhkan COVID-19 adalah informasi yang menyesatkan.
Klarifikasi ini turut didukung penjelasan ilmiah dari dokter spesialis paru-paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Erlina Burhan. Dalam pernyataannya, Erlina menegaskan bahwa tidak ada bukti klinis meminum minyak kayu putih atau essential oil jenis apapun bisa menyembuhkan infeksi virus SARS-CoV-2.
Bahkan, dilanjutkan Erlina, mengonsumsi minyak kayu putih bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Sehingga alih-alih mengobati COVID-19, sistem pencernaan yang bersangkutan malah iritasi dan menyebabkan gangguan berkelanjutan.
"Hal tersebut tidak ada uji klinisnya terhadap manusia," jelas Erlina, Jumat (11/12). "Minyak kayu putih itu untuk dioleskan di kulit bukan untuk diminum. Banyak orang yang minum minyak kayu putih kemudian menjadi sakit perut dan diare karena mengiritasi saluran cerna."
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 lewat situs resminya juga mengklarifikasi bahwa klaim itu hoaks belaka. Dan ternyata, klaim seperti ini tidak hanya ditemui di Indonesia tetapi juga di Amerika Serikat.
Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat sampai turun tangan memperingatkan perusahaan yang menjual minyak esensial dengan label mengobati serta mencegah COVID-19. Padahal, seperti sudah ditegaskan sebelumnya, belum ada hasil ilmiah yang menunjukkan suatu jenis minyak esensial yang terbukti klinis mengobati COVID-19.
Terkait dengan penggunaan minyak esensial, di Indonesia sendiri sempat beredar kalung anticorona yang digaungkan oleh Kementerian Pertanian. Menggunakan bahan serupa minyak kayu putih, kalung itu memakai bahan Eucalyptus sp.
Diedarkannya kalung ini langsung menuai beragam reaksi pro dan kontra karena tidak ada studi ilmiah yang menguatkan klaim tersebut. Belakangan Kementan pun mengklarifikasi kalung tersebut hanya bersifat aromaterapi.
(wk/elva)