Ibu Pevita Pearce Siap Bantu Investigasi Tragedi Sriwijaya Air, Ini Yang Bisa Dilakukan
Instagram/pevpearce
Selebriti
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Ikut merasa sedih atas tragedy jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, ibu Pevita Pearce siap membantu dalam melakukan investigasi. Ini bantuan yang bisa ia lakukan dalam kasus ini.

WowKeren - Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu pada pekan lalu telah membuat banyak orang ikut berduka. Tak terkecuali ibunda Pevita Pearce, Ernie Aulasari yang juga merasakan kesedihan mendalam atas kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.

Ernie yang merupakan seorang pengacara pun menawarkan bantuan kepada pihak keluarga korban pesawat Sriwijaya Air. Hal ini dilakukan dengan membantu keluarga melakukan klaim asuransi kecelakaan hingga Amerika Serikat (AS).

Ernie menjelaskan pihaknya dapat membantu melakukan klaim asuransi dengan melakukan investigasi agar penyebab kecelakaan dapat diketahui. Investigasi ini akan dilakukan di maskapai hingga pabrik tempat dibuatnya pesawat Sriwijaya Air itu, yakni Boeing di AS.

”Melalui investigasi dan klaim, kami akan tahu sebab kecelakaan itu,” kata ibu Ernie seperti dilansir dari Suara, Jumat (15/1). “Untuk sekarang pihak yang bertanggung jawab adalah maskapai, kedua pihak pabrik, ketiga pihak pemilik dari pesawat.


”Seandainya pesawat itu disewa, tentu ada si penyewa,” sambung wanita yang bekerja di Firma Hukum Wisner berbasis di AS ini. “Misalnya disewa lima atau 10 tahun, dia pun akan bertanggung jawab.”

Nantinya, keluarga korban dapat mengklaim asuransi begitu investigasi selesai dilakukan. Ernie pun menyarankan agar pihak korban mempertimbangkan mengklaim asuransi dari maskapai. Apalagi, asuransi kecelakaan pesawat Boeing 737-500 itu bisa diurus kepada pihak pusat dengan nominal melebihi ketentuan Indonesia, yakni Rp1,25 miliar.

”Kalau di sini kita lakukan klaim, (besaran asuransi) akan tergantung dari masing-masing status sosial dan pekerjaan keluarga juga tanggungan,” jelas Ernie. “Paling minimal itu tingga hingga lima kali lipat.Tapi mudah-mudahan ini bisa lebih supaya bisa membantu keluarga.”

Walau begitu, Ernie mempersilahkan keluarga korban untuk memilih jalur klaim asuransi. Baik hanya sampai maskapai atau berjuang bersama dirinya dan timnya untuk mengusut kasus ini dengan tuntas hingga ke pusat. Ia menyebut sejauh ini sudah ada beberapa keluarga korban yang mendiskusikan hal ini bersama tim pengacaranya.

”Kalau ambil dari maskapai, selesai, sampai di situ. Tapi kalau diserahkan kuasa, pengacara kami akan ke pihak terkait untuk dimintai pertanggung jawaban, mendapat kompensasi lebih,” papar Ernie. “Sudah ada beberapa yang bicara dan ingin dengar lebih jauh. Karena masih bersedih, jadi mereka masih menunggu proses dari maskapai.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts