Blak-Blakan Susi Pudjiastuti Akui Banyak Kecewa Saat Jadi Menteri KKP, Kenapa?
Nasional

Susi Pudjiastuti mengakui bahwa dirinya banyak menelan kekecewaan selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada periode 2014-2019. Mengapa?

WowKeren - Susi Pudjiastuti merupakan salah satu figur perempuan Indonesia yang begitu menjadi sorotan masyarakat. Wanita yang dikenal dengan imej galak itu pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dan kinerjanya pun banyak menuai pujian.

Namun siapa sangka, ternyata banyak kekecewaan yang Susi pendam selama lima tahun menjabat sebagai "Srikandi Laut Indonesia". Susi pun membuka seluruh perasaannya secara blak-blakan kala berbincang secara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho, Senin (18/1).

Susi rupanya mengaku kecewa lantaran kebijakan-kebijakan kontroversialnya banyak ditolak dan berujung upaya untuk menjatuhkannya. Hal ini tak lepas pula dari sistem politik Indonesia yang dalam pandangannya dipenuhi oleh orang-orang yang suka mengatur yang berbenturan dengan pandangannya.

"Waktu saya jadi menteri saya banyak kecewa, karena sistemnya bentur-bentur tembok banyak," kata Susi mengakui, dilansir pada Selasa (19/1). "Ketika saya mau mengubah sesuatu tidak bisa, karena berbeda (dengan ketentuan). Somebody has owning."


Meski demikian, Susi mengaku tetap mencoba yang terbaik untuk menjalankan visi misi Presiden Joko Widodo. Yakni, terang Susi, adalah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa serta supaya Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Susi kala itu pun bekerja dengan anggapan tak lagi memiliki kesempatan kedua. Karena itu Susi tetap bersemangat untuk mengubah sektor bahari Indonesia menjadi lebih baik lagi.

"Pada akhirnya saya mencoba yang terbaik. Menyuarakan pendapat saya ke publik," tutur Susi. "Ketika saya menjadi menteri, saya sadar tidak ada kesempatan kedua. Saya akan mencoba hingga limit terakhir karena menyerah terlalu mudah bukan gaya saya."

Karena itulah, bukan sesuatu yang mengherankan jika kemudian Susi dikenal sebagai sosok yang keras kepala. Sifat tidak mudah menyerahnya ini, jelas Susi, merupakan didikan dari orangtuanya sejak kecil.

Susi mengakui bahwa orangtuanya sempat marah usai dirinya memutuskan berhenti sekolah. "(Tapi) saya pikir mereka akhirnya bangga. Saya membantu finansialnya. I pay them everything, not them anymore," pungkas Susi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts