Dewi Sandra blak-blakan menceritakan lika-liku kehidupan mendiang ayahnya. Berdarah Inggris, ayah Dewi Sandra ternyata sempat tak percaya dengan agama atau biasa disebut Agnostik.
- Marina Larasati
- Rabu, 03 Februari 2021 - 15:18 WIB
WowKeren - Dewi Sandra mengaku punya kenangan manis dengan mendiang ayahnya yang memiliki darah keturunan Inggris. Ia bercerita mengenai kisah sang ayah yang memeluk agama Islam. Padahal sebelumnya ayah Dewi Sandra adalah seorang agnostik, atau tidak percaya dengan agama.
"Bagian juga menjadi menarik adalah nyokap gue yang background-nya Muslim banget. Dan bokap gue, aslinya gue percaya dia Kristen, tapi akhirnya dia menjadi Agnostik. Agnostik percaya Tuhan tapi nggak percaya agama," ungkap Dewi Sandra di kanal YouTube Daniel Mananta, Senin (1/2).
Dewi Sandra kecil selalu mempertanyakan mengapa sang ayah yang bule tidak beribadah, sementara ia dan ibunya selalu salat. Namun sang ibu hanya meminta Dewi untuk mendoakan ayahnya tanpa perlu bertanya.
"Gue selalu dengar nyokap gue, 'Doakan daddy, ya', dan I just like,'Why? Doain daddy? He's happy. He looks happy to me. He looks fine'. 'Enggak, doakan daddy'," katanya mengulang percakapan dengan sang ibu.
Dewi Sandra sempat putus asa memanjatkan doa untuk ayahnya tersebut. Namun ternyata di satu hari ia dikejutkan dengan kabar bahagia bahwa sang ayah telah memutuskan untuk menjadi mualaf.
"Until that one day, beliau lari ke kamar anak-anaknya dan menggedor semua pintunya, 'Daddy masuk (Islam), Daddy mualaf, Daddy masuk muslim', and I was like, 'What?'," beber mantan istri Glenn Fredly ini.
Dewi Sandra mengungkapkan dirinya tidak tahu persis apa yang membuat sang ayah tergerak untuk berpindah keyakinan. Namun ia yakin bahwa kekuatan doa keluarga yang turut andil mempengaruhi sang ayah.
"Gue sangat percaya dengan kekuatan doa," ucap Dewi Sandra. "Setulus apa sih doa seorang istri untuk suaminya. Kalau tulus kan ya we don't know. Just don't know."
Dewi Sandra menilai sang ayah memang begitu kritis dalam segala hal. Rasa ingin tahunya begitu besar, termasuk soal keyakinan. Tak heran jika ayahnya membutuhkan waktu untuk memutuskan memeluk agama Islam.
"Dia kritis banget, at the end of his life, masuk muslim," tandasnya.
(wk/lara)