Mengejutkan! Peneliti Ingin Bangun 'Bahtera Nuh' di Bulan demi Antisipasi Kiamat, Seperti Apa?
Piqsels
SerbaSerbi

Peneliti menganalogikan proyek ini selayaknya 'tombol reset', mengantisipasi jika kebanyakan makhluk hidup punah akibat bencana masif yang mungkin terjadi di masa depan.

WowKeren - Acapkali ide yang dilontarkan ilmuwan sangat memancing decak kagum sekaligus heran, salah satunya yang disampaikan berikut ini. Sebab para peneliti tersebut berencana untuk membangun fasilitas selayaknya Bahtera Nuh di Bulan demi mengantisipasi bencana yang berisiko membuat makhluk Bumi punah.

Sebagai pengingat, bahtera yang dibangun Nabi Nuh difungsikan menampung makhluk-makhluk hidup secara berpasangan menjelang bencana air bah besar yang menerjang. Sedangkan "bahtera Nuh" yang direncanakan peneliti ini sedianya akan menggunakan lubang-lubang bekas erupsi lava di permukaan Bulan.

Lebih lanjut dijelaskan, proyek ini akan menyimpan sperma, telur, dan benih jutaan spesies Bumi di lubang-lubang bekas erupsi tersebut. Mungkin proyek ini bisa disimpulkan bak bank sperma atau bank plasma nutfah yang biasa disimpan dengan metode kriogenik di Bumi, namun tentu saja dengan skala lebih besar.

Bank plasma nutfah ini akan tersimpan secara aman di lubang-lubang bekas erupsi lava dan disinari dengan panel surya dari bagian atas. Setidaknya 6,7 materi genetik dari spesies Bumi, baik tumbuhan, hewan, maupun jamur akan diterbangkan dengan 250 roket ke "bahtera Nuh" di Bulan tersebut.


Rencana besar nan menakjubkan ini sendiri dirumuskan demi melestarikan jenis spesies Bumi agar tidak sampai punah bila berhadapan dengan sejumlah bencana masif. Rencana ini pun disampaikan peneliti di Konferensi IEEE Aerospace yang diselenggarakan secara virtual pada Minggu (7/3).

"Ada koneksi yang kuat antara kita dengan alam," ujar peneliti utama sekaligus Kepala Laboratorium SPACETREx Universitas Arizona, Jekan Thanga. "Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi biodiversitas dan tentu saja melakukan sedaya upaya untuk itu."

Rencana luar biasa ini sendiri ditarget siap dalam 30 tahun ke depan, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi Bumi. "Jika dianalogikan, ini seperti menyalin foto dan dokumen dari komputermu ke hard drive terpisah, jadi kamu memiliki backup jika ada hal buruk terjadi," tutur Thenga, dikutip dari Live Sciences, Selasa (16/3).

Bila di masa depan terjadi "kiamat", Thenga menyebut masih ada kesempatan untuk menekan tombol reset lewat "bahtera Nuh" di Bulan itu. "Lingkungan dan peradaban sangat rapuh. Banyak kejadian mengerikan yang bisa saja terjadi," kata Thenga.

Namun sejatinya langkah pembangunan bank plasma nutfah seperti ini sudah dilakukan peneliti dunia dengan menempatkannya di Arctic Circle, Norwegia. Namun penempatan ini masih dianggap berbahaya dengan ancaman kenaikan air laut hingga asteroid.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!