Peneliti K-Pop Sebut Idol Harus Berhenti Tinggal Bareng di Asrama Karena Sederet Alasan Ini
snappygoat.com
Selebriti

Dalam wawancara dengan The Korea Times, seorang peneliti K-Pop dan kritikus musik Korea merasa bahwa tinggal di asrama adalah ide yang buruk bagi trainee dan idol pemula. Kenapa?

WowKeren - Dalam wawancara baru-baru ini dengan The Korea Times, seorang peneliti K-Pop dan kritikus musik Korea merasa bahwa tinggal di asrama adalah ide yang buruk bagi trainee dan idol pemula. Mereka juga mengungkapkan alasannya.

Seperti diketahui, para idol tinggal di apartemen bersama sejak masa trainee mereka dan seterusnya. Alasannya untuk memudahkan agensi untuk menjaga mereka dan mengatur jadwal mereka tepat waktu.

Tinggal bersama di asrama juga membuat hubungan antar member menjadi dekat. Namun sebagian besar ahli psikologi justru berpendapat bahwa hubungan yang sehat membutuhkan ruang dan waktu pribadi yang terpisah. Untuk idola yang tinggal di asrama, bagaimanapun, itu tidak mungkin.

Mereka hidup bersama, sering tidur di kamar yang sama, makan bersama, dan bekerja bersama. Selain itu, idol sering kali dilarang bersosialisasi di luar grup mereka, entah itu karena kurangnya waktu luang atau aturan kencan perusahaan.

Karena itu, beberapa profesional berpikir sudah saatnya perusahaan meninggalkan sistem asrama atau setidaknya menjadikannya tidak wajib. Profesor komunikasi dan peneliti studi sosial Lee Jong Im dan kritikus musik Majalah IZM Jung Min Jae menyampaikan pemikiran mereka tentang hal tesebut.

Peneliti K-Pop Sebut Idol Harus Berhenti Tinggal Bareng di Asrama Karena Sederet Alasan Ini

Source: The Korea Herald

Menurut Lee Jong Im, sistem asrama tidak penting untuk bintang K-Pop. Faktanya, ia percaya bahwa asrama dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan menyebabkan konflik seperti bullying, masalah yang baru-baru ini menjadi sangat jelas di industri K-Pop.

Namun jika perusahaan benar-benar merasa perlu untuk menjaga mereka tetap hidup bersama, Lee mengatakan bahwa idol membutuhkan tempat di mana privasi mereka dapat dilindungi dengan baik. Ia menjelaskan bahwa mereka perlu diberi lebih banyak kebebasan untuk pergi ke sekolah, melihat keluarga mereka, dan mengembangkan hubungan dengan orang-orang di luar grup mereka.

"Pejabat perusahaan tidak boleh menempatkan penyanyi di bawah pengawasan sepanjang waktu. Aku yakin mereka juga harus diberi waktu dan ruang yang cukup untuk pergi ke sekolah dan membangun hubungan baik dengan orang lain selain rekan grup mereka," ungkapnya.


Lee Jong Im menyatakan bahwa trainee harus menekan diri mereka sendiri jika mereka ingin berhasil dan mencapai tahap debut. Penduduk asli Korea menjelaskan bagaimana masyarakat Korea cenderung menempatkan kepentingan bersama di atas individu, dan bahwa banyak orang Korea percaya mereka yang memiliki aspirasi harus mengorbankan segalanya untuk mencapai kesuksesan.

"Dalam kebanyakan kasus, bahkan setelah debut mereka, (trainee) diminta untuk menyelesaikan masalah pribadi mereka sendiri (tanpa mencari bantuan) atau hanya mentolerir masa-masa sulit," jelasnya.

Pada akhirnya, Lee Jong Im percaya bahwa aturan perusahaan seperti larangan berkencan dan menyita ponsel melanggar hak trainee dan bahwa lebih banyak kesempatan untuk membangun hubungan sangat penting untuk kesejahteraan mereka. Ia mengklaim, "Para penyanyi tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar membuat keputusan sendiri dan mereka membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain."

Kritikus musik Jung Min Jae berbagi sentimen serupa dalam sebuah wawancara dengan The Korea Times. Mengambil contoh One Direction, Jung menjelaskan bahwa para member memiliki kerja tim yang solid meski tidak dipaksa untuk tinggal bersama di satu asrama.

Jung Min Jae mengakui bahwa beberapa grup telah menikmati kesuksesan yang lebih besar karena tinggal di asrama bersama. Banyak artis yang memilih untuk tinggal bersama di asrama lebih lama dari yang dibutuhkan. Yang lain memilih untuk tinggal bersama bahkan setelah meninggalkan asrama mereka.

Namun tidak selalu demikian. Jung Min Jae mengutip Fin.K.L sebagai salah satu contoh. Meskipun menjadi salah satu grup wanita paling populer di akhir 1990-an dan awal 2000-an, beberapa member kemudian mengakui bahwa hidup bersama itu sulit.

Meskipun mempertahankan persahabatan yang sangat dekat dengan sesama member, Key SHINee pernah bercanda bahwa asrama adalah "bencana dan neraka." Ia mengatakan bahwa mereka menjadi teman baik setelah pindah dari asrama selama empat tahun dalam karir mereka. "Ketika berbicara tentang K-pop, budaya asrama berkontribusi pada keberhasilan kelompok tertentu, tapi juga merusak hubungan beberapa member," ungkap Jung.

Sebagai penutup, kritikus musik tersebut mengungkapkan keyakinannya bahwa masuknya cerita skandal bullying baru-baru ini menunjukkan bahwa agensi K-Pop berfokus pada hal yang salah. Grup lebih mudah dipasarkan oleh agensi daripada solois, jelasnya, karena para idol dapat bekerja sama sebagai tim yang memiliki semua yang diinginkan penggemar. Namun Jung Min Jae mengatakan agensi harus lebih fokus pada pembangunan karakter untuk menciptakan hubungan jangka panjang yang mendukung kesuksesan.

"(Mendebutkan grup) efisien untuk perusahaan, tapi harus dibayar mahal. Skandal penindasan baru-baru ini menunjukkan bahwa perusahaan manajemen bakat harus lebih fokus pada pengembangan karakter masing-masing penyanyi mereka sehingga mereka dapat lebih perhatian dan kolaboratif," jelasnya.

Bagaimana menurut kalian?

(wk/chus)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait