IU melakukan pemotretan dengan W Korea sehubungan dengan album barunya 'LILAC'. Dalam wawancaranya, penyanyi sekaligus aktris kelahiran 1993 itu membahas tentang cinta.
- Chusnul Chotimah
- Kamis, 25 Maret 2021 - 11:02 WIB
WowKeren - IU baru-baru ini berpartisipasi dalam pemotretan dan wawancara dengan W Korea sehubungan dengan album barunya "LILAC". Dalam wawancaranya, penyanyi sekaligus aktris kelahiran 1993 itu membahas tentang cinta.
IU ditanyai apakah dirinya berperilaku berbeda saat menerima dan memberi cinta. Sebagai jawaban, ia berkata, "Aku yakin keduanya adalah hal yang sangat berbeda. Saat aku menerima cinta, aku menjadi sangat canggung dan malu. Aku bahkan merasa malu ketika penggemar sangat baik padaku."
IU melanjutkan, "Namun seiring bertambahnya usia, itu berangsur-angsur berubah. Jika aku tidak mengungkapkan cintaku sekarang, aku tidak tahu jika akan ada kesempatan lain untuk melakukannya. Jika aku yang memulai cinta, maka aku tipe yang akan berhati-hati dan pergi begitu saja."
Lebih lanjut, IU mengungkapkan bahwa memberi cinta lebih natural dan lebih mudah daripada menerima cinta. Bagi IU, menerima cinta lebih mengkhawatirkan karena tekanan harus membalas cinta.
"Aku merasa lebih nyaman. Sangat mudah memberi, kamu tahu? Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengatakan, 'Terimalah, inilah hatiku.' Ketika kamu yang menerima, kamu menjadi tidak nyaman karena khawatir tentang bagaimana kamu dapat membalasnya. Kurasa aku lebih tahu sekarang. Ketika seseorang memberimu cinta, menerima dengan baik saja merupakan cara untuk memberikan cinta juga."
IU kemduian mengungkapkan bahwa ia tidak mudah terikat pada hal-hal seperti benda atau barang tertentu. Padahal, IU mengaku cukup sulit baginya untuk melakukan hal tersebut.
"Aku tidak memiliki banyak keterikatan dan keinginan untuk sesuatu. Itulah kenapa aku iri dan mengagumi orang, seperti ayahku, yang memiliki banyak hal yang mereka inginkan. Karena orang yang memiliki banyak keinginan, mereka darah mengalir lebih cepat untuk hal-hal yang mereka inginkan."
"Apakah itu sebuah objek atau seseorang, karena jarang ada sesuatu yang memicu perasaan keterikatan dalam diriku, kapan pun target itu muncul, aku akan pergi ke arahnya dengan percaya diri. Pertama, aku menyambut perasaan itu dan, tanpa terlalu banyak keraguan, pikiran dan tubuhku akan mulai bergerak dan mengambil tindakan," tutupnya.
(wk/chus)