Drama Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In 'Snowdrop' menuai kontroversi bahkan sebelum ditayangkan. Setelah dituding menghina sejarah Korea Selatan, JTBC memberikan tanggapan seperti ini.
- Eva Lestari
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 07:41 WIB
WowKeren - Menyusul kontroversi distrosi sejarah "Joseon Exorcist", drama JTBC "Snowdrop" turut dikritik karena isu serupa. Drama yang dibintangi oleh Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In ini dianggap telah "menghina sejarah Korea" karena menghadirkan alur yang kontroversial.
"Snowdrop" sendiri mengambil latar tahun 1987 di Seoul, Korea Selatan. Ceritanya dimulai ketika seorang pemuda berlumuran darah (Lim Soo Ho, diperankan Jung Hae In) masuk ke asrama di sebuah universitas wanita. Seorang mahasiswi jurusan perawat (Eun Young Cho, diperankan Jisoo) akhirnya menyembunyikan pria tersebut di asrama dan mengobati lukanya.
Keduanya jatuh cinta, namun seiring berjalannya cerita, wanita tersebut mengetahui bahwa pria yang ditolongnya adalah mata-mata terlatih. Ia bahkan diperintahkan untuk membunuh si wanita yang telah menyembunyikannya dari pihak berwenang.
Di samping itu, secondlead pria digambarkan sebagai anggota Badan Perencanaan Keamanan Nasional (Badan Intelijen Nasional) yang sangat kontroversial pada periode 1987 di Korea Selatan. Pasalnya mereka menangkap, menyiksa dan membunuh mahasiswa yang menjadi pengunjuk rasa.
Menurut netizen, alur tersebut sangat menodai aksi mahasiswa Korea Selatan yang memperjuangkan keadilan demokrasi pada tahun 1987. Apalagi, marga "Lim" untuk karakter Jung Hae In dan nama "Young Cho" dari karakter Jisoo, sama-sama diambil dari tokoh kehidupan nyata yang menjadi pengunjuk rasa mahasiswa pada saat itu.
Setelah kontroversi meluas, JTBC akhirnya merilis pernyataan resmi pada Jumat (26/3). Mereka membantah sinopsis drama sengaja dibuat untuk mengejek perjuangan para mahasiswa. Karena itulah mereka meminta netizen untuk tidak mengeluarkan spekulasi sembrono tentang drama ini.
JTBC membuka pernyataannya, "Ini adalah pernyataan JTBC tentang kontroversi seputar drama 'Snowdrop'. 'Snowdrop' bukanlah drama yang meremehkan gerakan pro-demokrasi atau mengagungkan mata-mata dan (orang) yang bekerja untuk NSP (Badan Perencanaan Keamanan Nasional)."
"'Snowdrop' merupakan komedi hitam yang menyindir pemilihan presiden yang terjadi pada tahun 1980-an di bawha rezim militer selama ketegangan Utara-Selatan di Semenanjung Korea. Ini juga merupakan melodrama tentang pria dan wanita muda yang menjadi korban dari situasi tersebut," lanjut JTBC.
Mereka menambahkan, "Kami menerima berbagai macam kritik setelah kalimat tertentu diambil di luar konteks dari bagian sinopsis yang tidak lengkap yang bocor secara online. Tapi semua ini didasarkan pada spekulasi belaka."
Stasiun TV kabel tersebut melanjutkan, "Khususnya tuduhan seperti 'drama tersebut akan menunjukkan mata-mata Korea Utara yang memimpin gerakan pro-demokrasi' dan 'drama tersebut membuat seorang aktivis mahasiswa menjadi karakter' serta 'drama yang mengagungkan Badan Perencanaan Keamanan Nasional' tidak hanya berbeda dari konten drama, tapi juga jauh dari niat tim produksi."
Menutup pernyataannya, JTBC menegaskan bahwa tudingan netizen tentang "penghinaan sejarah Korsel" di naskah "Snowdrop" sama sekali tidak benar. "Kami menegaskan kembali bahwa tuduhan yang beredar tentang 'Snowdrop' tidak terkait dengan konten sebenarnya dari drama atau niat staf produksi. Kami meminta kalian untuk menahan diri dari spekulasi sembrono tentang sebuah drama yang bahkan belum terungkap," pungkas JTBC.
Sementara itu, naskah "Snowdrop" ditulis oleh Yoon Hyun Mi yang sebelumnya sukses besar dengan drama "SKY Castle". Selain Jung Hae In dan Jisoo, drama ini juga dibintangi oleh sejumlah nama besar seperti Kim Hye Yoon, Jang Seung Jo, Yoo In Na, Yoon Se Ah hingga Jung Yoo Jin.
(wk/eval)