Ada kalanya jari bengkak mengindikasikan gejala gangguan kesehatan tertentu. Bisa jadi itu adalah sinyal tubuh untuk memberitahukan ada yang tidak beres di dalamnya.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 14:35 WIB
WowKeren - Pernahkah kamu mengalami ketika tiba-tiba kamu merasa salah satu bagian jarimu memiliki ukuran yang lebih besar dari biasanya? Jari bengkak pada dunia medis disebut sebagai daktilitis. Kondisi ini bisa terjadi pada satu jari atau lebih atau bahkan di seluruh jari tangan atau kaki. Pada umumnya kondisi ini tidak berbahaya.
Daktilitis dapat membuat jari-jari terasa kaku sehingga membuat tangan sulit mengepal. Tidak perlu langsung panik karena pada beberapa kasus jari membengkak tidak berbahaya. Namun, karena penyebabnya bermacam-macam maka sebaiknya kamu juga mengetahui penyebabnya.
Pada ibu hamil misalnya, jari bengkak adalah hal yang umum dialami. Meski demikian, ada kalanya jari bengkak juga mengindikasikan gejala gangguan tertentu. Bisa jadi itu adalah sinyal tubuh untuk memberitahukan ada yang tidak beres di dalamnya. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jari bengkak.
(wk/zodi)1. Gejala Osteoarthritis
Jika cincin yang kamu kenakan tiba-tiba terasa sesak dan menimbulkan rasa sakit pada jari, atau ketika kamu tidak bisa menarik cincin melewati buku-buku jari, bisa jadi itu merupakan gejala osteoarthritis. Gangguan arthritis yang kebanyakan disebabkan oleh faktor usia ini disebabkan oleh keausan jaringan bantalan di ujung sendi.
Selain itu, rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun yang menyerang lapisan sendi, juga bisa menyebabkan pembengkakan. Pembengkakan pada penderita RA sering terjadi pada pergelangan tangan dan sendi jari. RA tidak berkaitan dengan faktor usia sehingga bisa menyerang siapa saja.
2. Infeksi atau Luka Tertentu
Jari yang bengkak bisa menjadi pertanda infeksi tertentu yang disebut felons. Kondisi ini menyebabkan jari-jari membengkak dan berisi nanah terutama yang berada di sekitar ujung, bantalan atau kuku. Infeksi ini bisa dipicu oleh banyak hal, termasuk kuku yang tumbuh ke dalam maupun kebiasaan menggigit kuku yang dapat menimbulkan bakteri.
Jika infeksi bisa dideteksi lebih awal maka kamu bisa memberikan pertolongan pertama di rumah dengan mengobatinya menggunakan air hangat atau larutan garam. Bisa juga menggunakan antibiotik. Namun jika rasa sakit yang diderita cukup parah hingga nanah keluar maka segaralah temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Melakukan Olahraga Berat
Jika kamu tiba-tiba mendapati jarimu membengkak, coba ingat-ingat lagi aktivitas yang kamu lakukan akhir-akhir ini. Sebab tak menutup kemungkinan, olahraga yang kamu lakukan bisa menjadi pemicunya.
Selama berolahraga, jari dan tangan mungkin membengkak karena pembuluh darah di tubuh merespons peningkatan kebutuhan energi pada otot. Saat olahraga, tubuh menghasilkan panas. Sistem vaskular tubuh akan membuat lebih banyak cairan mengalir ke jari tangan untuk mendinginkan tubuh.
4. Gangguan Pada Ginjal
Gangguan kesehatan lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah edema. Edema merupakan kondisi di mana ginjal gagal mengeluarkan cairan yang berlebih sehingga tubuh akan menahannya. Saat ginjal tidak mampu menyaring zat-zat yang perlu dikeluarkan maka cairan akan tetap berada di dalam tubuh.
Yang mana, kondisi ini bisa menyebabkan tangan membengkak. Meski pembengkakan dapat terjadi di mana saja, namun yang paling sering adalah di area tangan, kaki, dan pergelangan kaki. Gangguan ginjal juga bisa disebabkan karena tekanan darah tinggi maupun diabetes.
5. Tubuh Terlalu Banyak Asupan Garam
Penyebab kondisi jari membengkak juga bisa jadi tak lepas dari bagaimana gaya hidupmu selama ini. Apakah kamu suka mengonsumsi makanan asin? Bisa jadi itu penyebabnya. Ayam goreng, keripik kentang, atau apa pun itu yang digoreng bisa menjadi biang kerok kondisi daktilitis yang kamu alami.
Jika ini penyebabnya, kamu tak perlu khawatir berlebihan karena pada umumnya bisa hilang dalam beberapa hari. Namun jika konsumsi garam berlebih terus berlanjut maka proses sembuhnya juga bisa akan lama. Jika kamu sudah berhenti mengonsumsi garam berlebih namun jari masih bengkak segera hubungi dokter.
6. Suhu Udara Panas
Daktilitis atau jari bengkak juga bisa dipicu dari kondisi di luar tubuh. Panas dapat menyebabkan pembuluh darah membesar. Tammy Olsen Utset, MD, MPH, seorang profesor di departemen reumatologi di University of Chicago mengatakan jika kondisi ini memungkinkan lebih banyak suhu panas keluar melalui kulit agar tubuh tetap dingin.
Saat pembuluh meregang, sebagian cairannya bisa bocor ke jaringan lunak dan menyebabkan bengkak. Pembengkakan yang disebabkan oleh faktor ini bisa hilang dengan cepat seiring kamu menggunakan tanganmu untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
7. Terjadi Penyumbatan di Sistem Limpa
Penyebab lain yang mungkin dari jari bengkak yang kamu alami adalah karena adanya limfedema. Limfedema merupakan pembengkakan pada tungkai atau lengan yang disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh getah bening. Hal ini menyebabkan tak hanya jari-jari yang bengkak namun juga terkadang lengan dan kaki juga mengalami kondisi serupa.
Ada banyak penyebab jari bengkak. Jika memang jari bengkakmu bukan pertanda penyakit tertentu, biasanya akan sembuh tanpa perlu pengobatan khusus. Namun jika kondisi ini bertahan dalam waktu beberapa hari, tak ada salahnya kamu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti jika memang ada gangguan kesehatan.
Semakin dini gangguan kesehatan terdeteksi, maka akan semakin tinggi juga risiko untuk bisa ditangani, bukan? Selain penyebab jari bengkak, cari tahu juga penyebab mengapa tubuh sering mengalami memar tiba-tiba di sini. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tanda-tanda imun tubuh sedang melemah.