Kenapa Pertamina Masih Edarkan BBM Premium? Ahok Beri Penjelasan
Nasional

Premium adalah jenis BBM dengan nilai oktan yang cukup rendah sehingga lebih menyebabkan polusi daripada Pertalite dan Pertamax. Lantas, mengapa Premium ini masih diedarkan di Indonesia?

WowKeren - Indonesia menjadi salah satu dari segelintir negara yang masih mengedarkan bahan bakar minyak Premium. Memiliki nilai oktan rendah, banyak negara yang sudah beralih menggunakan BBM yang lebih bersih seperti Pertalite dan Pertamax.

Lantas apa sebenarnya alasan Pertamina tetap bersikeras mengedarkan jenis Premium? Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pun mengungkap bahwa tingkat permintaan Premium di Indonesia masih sangat tinggi.

"(Padahal) secara kualitas kurang baik," kata Ahok ketika dijumpai di Solo, Jawa Tengah, ketika hendak bersua dengan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka, Rabu (7/4). Kendati demikian, Ahok menegaskan bahwa Pertamina memiliki program bertajuk Langit Biru untuk mengajak masyarakat perlahan meninggalkan BBM Premium.

Saat ini, imbuh Ahok, sudah banyak masyarakat yang beralih memakai BBM Pertamax atau Pertalite yang notabene tingkat polusinya lebih rendah. Masyarakat pun disebutkan Ahok sudah mengakui keunggulan BBM jenis itu sehingga kecil kemungkinan akan kembali ke Premium.


"Kalau mau menggunakan Pertalite atau Pertamax lebih hemat sebetulnya. Kendaraan sekarang dirancang bukan untuk (menggunakan) Premium," jelas Ahok, dikutip pada Kamis (8/4).

Pertamina pun menurut Ahok kini telah mengurangi penjualan Premium secara bertahap. Salah satu contohnya dengan tidak ada lagi penjualan Premium di DKI Jakarta, meski kebijakan tersebut nyatanya tak bisa diterapkan serentak di semua daerah.

"Di beberapa daerah lain masih membutuhkan. Makanya ini (dikurangi) bertahap," pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Perihal masih banyaknya permintaan Premium khususnya di luar Ibu Kota adalah karena faktor ekonomi juga, sehingga kini Pertamina tengah berusaha menyediakan BBM dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebelumnnya DPR RI rupanya sempat menyindir pedas Pertamina yang masih menggunakan Premium yang nilai oktannya di bawah 90. "Di dunia ini cuma republik kita ini yang pakai Premium ya kayaknya. Kenapa kita masih pakai Premium?" tanya Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pemerintah, Pertamina, dan PLN dalam rangka pembahasan subsidi energi, Rabu (7/4).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts