Yena dan Chaewon APRIL Kompak Bantah Tuduhan Eks Member Hyunjoo Soal Bullying
Instagram/hyun.joo_lee
Selebriti
Isu Bullying Artis Korea

Keduanya sama-sama membantah tegas adanya tindak kekerasan. Yena mengatakan bahwa hampir semua anggota APRIL sama-sama bekerja keras untuk melakukan yang terbaik.

WowKeren - Personel APRIL Yena dan Chaewon ikut angkat bicara menanggapi tuduhan kasus bullying yang dilayangkan oleh eks member, Hyunjoo. Tak lama setelah Hyunjoo memposting pernyataannya, kedua anggota APRIL itu pada Minggu (18/4) melalui Instagram membuat pernyataan.

Keduanya sama-sama membantah tegas adanya tindak kekerasan. Yena mengatakan bahwa hampir semua anggota APRIL sama-sama bekerja keras untuk melakukan yang terbaik satu sama lain.

"Namun, saya selalu merasa bahwa satu anggota terus-menerus mendorong kami. Ketika sesuatu terjadi pada kami semua, dia menganggap dirinya sebagai satu-satunya korban," tulis Yena. "Dan bahkan dalam situasi yang muncul secara kebetulan, dia bertindak seolah-olah kami adalah pelaku."

Singkat kata, ia menegaskan bahwa tidak ada perlakuan intimidasi maupun kekerasan yang terjadi. Ia tidak ingin jika para member maupun penggemar justru termakan dengan distorsi kebenaran.


"Sekali lagi, saya ingin secara pasti memberi tahu Anda bahwa tidak pernah ada intimidasi, pengucilan, perilaku kekerasan, atau kata-kata kasar," tegasnya. "Dan satu-satunya kebenaran adalah bahwa setiap orang menderita pada saat itu."

Hal senada juga disampaikan oleh Chaewon. Sebagai anggota grup yang tertua ia berkewajiban memastikan bahwa semua orang akur. Karena Hyunjoo secara fisik dan mental lebih lemah, ia lebih memperhatikannya secara khusus. Ia mengaku kesal dengan rumor yang beredar yang menyebutnya berkencan dengan manajer.

"Anggapan bahwa seorang manajer dapat mengabaikan masalah perusahaan sesuka mereka adalah hal yang mustahil," tegasnya. "Dan manajer kami pada saat itu pasti mengalami banyak tekanan karena Hyunjoo. Saya juga punya bukti terkait hal ini."

Senada dengan Yena, ia menyebut jika saat awal debut mereka masih belum dewasa sehingga semua mengalami masa yang sangat sulit.

"Itu bukan rasa sakit dan penderitaan satu orang, tetapi kita semua mengalami rasa sakit dan penderitaan yang sama. Saya tidak ingin menderita lagi karena spekulasi palsu yang berlebihan," tulisnya. "Tuduhan intimidasi, pengucilan sosial, perilaku kekerasan, kata-kata kasar, ejekan, dan serangan terhadap karakter semuanya tidak benar."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts