Sahabat dan kakak ipar Joanna Alexandra membeberkan rencana pemakaman Raditya Oloan yang akan dilakukan normal di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, pada 9 Mei.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 07 Mei 2021 - 11:51 WIB
WowKeren - Joanna Alexandra tengah berduka atas meninggalnya sang suami, Raditya Oloan. Pendeta sekaligus influencer tersebut meninggal pada 6 Mei setelah berjuang di ruangan ICU akibat komplikasi asma.
Raditya sebenarnya sudah dinyatakan negatif COVID-19. Hanya saja ada infeksi bakteri di dalam tubuhnya hingga membuat kondisi dirinya drop. Ia sempat dibuat tidur dan memakai alat ventilator. Selain itu, Raditya mengalami masalah pada bagian ginjal dan menderita badai autoimun atau cytokin storm (badai sitokin) yang terjadi pada kasus-kasus tertentu COVID-19.
Saat ini, jenazah Raditya disemayamkan di rumah duka di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Joanna sempat menangis dan memeluk jenazah Raditya ditemani ketiga anak-anaknya.
Nantinya, pemakaman Raditya akan digelar pada 9 Mei di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Menurut keterangan Intan RJ yang juga teman baik Joanna, proses pemakaman akan digelar secara normal.
"Dimakamkan secara normal," kata Intan RJ. "Nanti info jamnya menyusul."
Kakak ipar Joanna, Andru, juga sudah membenarkan informasi tersebut. Meski begitu, Andru juga belum bisa mengungkap detil jam pemakaman karena masih menunggu kerabat lainnya dari luar kota.
"Rencananya sih katanya hari Minggu (dimakamkan), di San Diego Hills," ucap Andru. "Belum tahu (jam pemakaman), karena memang kebetulan ada adik saya juga yang di Kupang, dia belum bisa pulang. Mungkin masih nunggu dia juga, mungkin ya."
Sementara itu, Raditya dikenal sebagai sosok yang selalu positif meski punya masa lalu kelam sebagai pecandu dan pengedar narkoba. Ia dinilai punya sifat yang rendah hati dan tak mau sesumbar meski kini jadi pendeta.
Kepergian Raditya membuat banyak pihak berduka. Namun pendeta berusia 36 tahun ini sudah mengisyaratkan kesiapannya jika sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.
"Banyak dari kita gak sadar, bahwa ketika Tuhan panggil kita, dan kita jawab YES! Itu adalah PAINFUL YES! Kita akan jalan di jalan yang baru. Kita akan lewat jalan yang sempit. Ada terjemahan yang mengatakan itu adalah jalan yang dibangun dengan tekanan," ujar Raditya dalam salah satu postingannya. "Painful yes adalah anugerah untuk kita bisa berjalan bersama Dia dengan kemuliaan yang gak sebanding dengan penderitaan kita. Bahkan penderitaan kita gak sebanding dengan penderitaanNya. Yuk temen-temen, jawab YES panggilannya, walaupun itu adalah sebuah PAINFUL YES."
(wk/riaw)