Blue House Tanggapi Petisi Penghentian Tayang 'Snowdrop', Disetujui?
TV

Pada Jumat (14/5), Blue House (Istana Kepresidenan Korea) akhirnya menanggapi petisi penghentian tayang dua drama, yakni 'Snowdrop' dan 'Joseon Exorcist'. Seperti apa keputusan pemerintah?

WowKeren - Blue House (Istana Kepresidenan Korea) akhirnya menanggapi petisi penghentian tayang dua drama, yakni "Snowdrop" dan "Joseon Exorcist". Kedua petisi ini direspon karena menerima lebih dari 200 ribu tanda tangan, dengan rincian 220 ribu untuk "Snowdrop" dan 240 untuk "Joseon Exorcist".

Blue House menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa mengintervensi karya seni sembarangan, termasuk produksi drama TV. Hal itu dikarenakan Korea Selatan menjunjung tinggi kebebasan berkarya.

Kendati demikian, Blue House akan menengahi dengan melakukan pendekatan secara hati-hati untuk menghindari hambatan dalam kebebasan berekspresi. Karena itulah mereka akan menghormati keputusan asosiasi penyiaran yang bertugas untuk menertibkan siaran TV yang berpotensi menyebabkan kontroversi, termasuk penyimpanan sejarah.

"Intervensi langsung pemerintah dalam kreativitas dapat melanggar kebebasan berekspresi, sehingga diperlukan pendekatan yang hati-hati. Pemerintah menghormati upaya pemurnian diri dan pilihan otonom yang dibuat oleh sektor swasta, termasuk kreator, produser dan narapidana," demikian bunyi pernyataan resmi Blue House.


Blue House Tanggapi Petisi Penghentian Tayang \'Snowdrop\', Disetujui?

Source: Twitter

Tanggapan tersebut tentu menimbulkan rasa lega di kalangan penggemar. Khususnya mereka mereka yang menantikan akting Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In di "Snowdrop".

Di sisi lain, drama SBS "Joseon Exorcist" telah berhenti tayang usai dua episode awalnya menuai kritik tajam. Sehingga meski tak dilarang Blue House, sudah tak ada lagi harapan bagi drama Jang Dong Yoon tersebut untuk ditayangkan.

Sekedar mengingatkan, "Snowdrop" menuai kontroversi karena alurnya dianggap telah "menghina sejarah perjuangan mahasiswa dalam mencapai keadilan demokrasi di Korsel pada tahun 1987." Nama karakter Jisoo juga dipermasalahkan karena diduga diambil dari mahasiswi aktifis selama Gerakan Demokrasi yang masih hidup hingga saat ini.

Sedangkan kontroversi "Joseon Exorcist" bermula ketika pemirsa menyadari adanya "sejarah yang dibelokkan" dalam drama ini. Sejumlah pemirsa bahkan menganggap penulis naskah sengaja "menyesatkan" alur drama untuk mengejek pendirian Dinasti Joseon.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts