Mensos Risma Kerahkan Stafnya Untuk Antisipasi Potensi Tsunami Jatim
Instagram/tri.rismaharini
Nasional

Sebagai informasi, BMKG telah memperingatkan bahwa pesisir selatan Jatim berpotensi tsunami setinggi 29 meter. Mengetahui hal itu, Mensos Risma mengerahkan stafnya untuk antisipasi potensi tsunami.

WowKeren - Sejumlah bencana alam saat ini tengah menghantui Indonesia, salah satunya adalah tsunami. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan ada potensi tsunami setinggi 29 meter di pesisir selatan Jawa Timur (Jatim).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut andil dalam mengantisipasi terjadinya potensi tsunami tersebut. Risma mengatakan telah mengerahkan stafnya ke sejumlah wilayah selatan Jatim untuk persiapan mitigasi bencana. "Ini staf tak tugaskan mulai minggu ini, mereka akan menyisir," tutur Risma di Surabaya, Jumat (4/6).

Risma mengatakan bahwa pihaknya akan melatih warga di sejumlah wilayah yang termasuk dalam potensi tsunami untuk melakukan mitigasi bencana. Sehingga, masyarakat diharapkan bisa mengetahui langkah-langkah penyelamatan mandiri dan evakuasi.

"Aku menugaskan stafku untuk mengadakan pelatihan untuk warga dan anak-anak di wilayah itu," terang Risma. "Jadi tak suruh nyisir, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang Selatan, Lumajang, Blitar, Pasuruan, Probolinggo sampai Banyuwangi."</p>


Selain itu, Risma juga intens melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah dinas sosial sejumlah provinsi. Adapun provinsi tersebut adalah, Bali, NTT hingga NTB.

"Ini ada suatu yang nanti akan berputar, meskipun aku sebenarnya sudah dua kali melakukan vidcall (video call) dengan kepala dinas sosial," lanjutnya. "Jadi di Jabar, Lampung, Bali, NTT dan NTB, Jatim dan Jateng."

Sebelumnya, BMKG telah memperingatkan potensi gempa bumi di atas 7 magnitudo dan tsunami hingga 29 meter di pesisir selatan Jatim. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan dari hasil analisis pihaknya, seluruh pesisir Jatim berpotensi untuk diterjang tsunami apabila ada gempa besar.

"Hasil analisis kami untuk wilayah Jatim, seluruh pesisir itu potensinya tinggi maksimum 26-29 meter di Kabupaten Trenggalek, itu tinggi maksimum," terang Dwikorita dalam keterangan pers. "Waktu tiba tercepat 20-24 menit di Kabupaten Blitar."

Sementara itu, pemerintah daerah (pemda) Pacitan tengah mempersiapkan tempat pengungsian bagi warganya ketika tsunami datang menghantam. Pacitan merupakan salah satu daerah yang juga termasuk ke dalam wilayah berpotensi tsunami.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts