Bantah Zalimi Teh Ninih, Aa Gym Sebut Istri 'Turun Mesin' Jadi Sorotan
Instagram/ghefayre
Selebriti
Aa Gym Gugat Cerai

Aa Gym sempat menegaskan kalau pihak yang menyebut dirinya zalim itu bersikap sok tahu. Selama ini, Aa Gym justru terus membuktikan cintanya pada sang istri, Teh Ninih.

WowKeren - Ustaz kondang Aa Gym rupanya sempat buka suara atas tuduhan bersikap zalim pada sang istri, Teh Ninih. Sudah mencabut gugatan cerai, Aa Gym mengisyaratkan rasa cintanya pada Teh Ninih.

Aa Gym mengungkap kalau Teh Ninih sudah mendampingi dirinya 19 tahun. Namun Aa Gym tetap mencintai Teh Ninih dan malah menyindir orang yang suka menghakiminya telah bersikap sok tahu.

"Ini adalah istri yang sudah 19 tahun mendampingi saya. Sudah 7 kali turun mesin," kata Aa Gym seperti dikutip dari Insert Live. "Katanya 'Aa zalim kepada istri'. Saya tanya, 'Siapa yang lebih mencintai istri saya selain saya suaminya?'. Pada sok tahu!"

Aa Gym juga tak henti-hentinya menyerahkan semua pada Allah. Ia pun membagikan pesan agar selalu bersikap tulus dan tak henti-hentinya bertobat.


"Allah Maha Tahu persis apa yang kita butuhkan dan telah menjamin rezeki kita. Bekerjalah dengan hati yang tulus, ibadah yang bagus, hidup dan ikhtiar yang lurus dan serius, juga bertobat terus menerus," ujar Aa Gym.

Sebelumnya, Ghaza putra dari Aa Gym membocorkan sikap sang ayah yang seolah tak puas menyiksa Teh Ninih. Ghaza juga murka ketika ia dicap durhaka karena membocorkan kelakuan buruk sang ayah.

"Anda tahu apa hasilnya? Saya dicap sombong dan durhaka. Ibu saya semakin dibully, dibilang nggak punya iman lah, nggak bisa ngurus anak lah, dan masih banyak lagi," kata Ghaza. "Saya tidak akan melakukan pembenaran terjadap apa yang saya lakukan. Ya, cara yang saya lakukan ini salah. Saya minta maaf kepada semuanya. Saya minta maaf atas kehebohan ini."

Ghaza mengaku kalau postingan itu merupakan cara terbaik yang ia lakukan. Anak ke-6 Aa Gym ini mengaku sudah mencoba beragam cara sebelum posting di sosial media.

"Bagaimana menurut Anda jika: bicara baik-baik sudah. Diskusi sudah. Debat sudah. Bicarta dalil sudah. Bicara qoul ulama sudah. Meminta nasihat kepada ulama sudah. Meminta ulama untuk menasihati sudah. Minta bantuan kerabat sudah. Meminta bantuan orang yang dihormati sudah. Menyiapkan pengacara sudah. Dan berbagai hal lainnya," tutur Ghaza.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts