Terungkap Alasan Lee Soo Man Mantap Jual Saham Kepemilikan SM
Selebriti

Menurut bankir investasi, Lee Soo Man telah berusaha menjual sahamnya di SM sejak 2020 setelah mengungkapkan bahwa ia tidak berniat mewariskan sahamnya kepada anak-anaknya.

WowKeren - Sebelumnya dilaporkan bahwa Lee Soo Man akan menjual kepemilikannya atas SM Entertainment. Lantas apa yang membuat Lee Soo Man mantap menjual sahamnya?

Lee Soo Man tidak lagi menjadi CEO SM Entertainment setelah mengundurkan diri dari dewan direksi pada 2010 untuk fokus pada ekspansi luar negeri dan pengembangan bisnis dan artis baru. Namun ua masih memiliki saham terbesar di perusahaan tersebut. Sekarang ia ingin menjual sebagian atau seluruh sahamnya.

Seperti banyak perusahaan besar, saham SM Entertainment yang terdiri dari sekitar 23,4 juta saham secara total dibagi antara banyak pemilik. Pemegang saham terbesar saat ini adalah Lee Soo Man, yang memiliki 18,73 persen saham atau 4.392.368 saham per Desember 2020.

Saham yang tersisa mencakup lebih dari 80 persen perusahaan, tapi mereka dibagi menjadi persentase yang jauh lebih kecil. Dengan demikian, pemilik yang tersisa memiliki pengaruh dan kekuatan yang jauh lebih kecil daripada Lee Soo Man.

Pemegang saham terbesar setelah Lee Soo Man adalah perusahaan manajemen aset Manajemen Investasi Korea (4,45 persen saham), konglomerat teknologi Tiongkok Alibaba (3,71 persen saham) dan dana pensiun publik Layanan Pensiun Nasional (3,68 persen saham).


Sisanya 69,43 persen dari perusahaan dibagi antara beberapa pemegang saham yang jauh lebih kecil. Pada 2019, misalnya, solois SM Entertainment dan direktur kreatif BoA memiliki 0,04% saham di perusahaan tersebut.

Menurut bankir investasi, Lee Soo Man telah berusaha menjual sahamnya di SM sejak 2020 setelah mengungkapkan bahwa ia tidak berniat mewariskan sahamnya kepada anak-anaknya. Orang dalam dari industri perbankan mengatakan ia telah memutuskan bahwa kemitraan baru dengan perusahaan besar diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut SM.

Dengan menjual sahamnya ke perusahaan hiburan atau media, Lee Soo Man dapat membantu mengamankan masa depan yang lebih cerah bagi SM. Secara khusus, dikatakan bahwa Lee Soo Man ingin SM bermitra dengan perusahaan IT. Ini cukup masuk akal mengingat agensi musik terjun ke teknologi seperti DEAR U, Kihno, dan kecerdasan buatan.

Selain itu, awal tahun ini, SM Entertainment diperintahkan untuk membayar 20 miliar KRW (sekitar Rp256,3 miliar), yang merupakan 3,19 persen dari kekayaan bersih perusahaan kepada pemerintah setelah penyelidikan pajak, tidak lama setelah dilaporkan bahwa perusahaan tersebut melakukan kerugian bersih 15,6 miliar won (sekitar Rp199,7 miliar) pada kuartal ketiga 2020.

Dikatakan bahwa Lee Soo Man tampaknya lelah dengan penyelidikan pajak yang intens, sehingga membuatnya ingin menjual saham kepemilikannya. Investor yang paling mungkin membeli seluruh atau sebagian sahamnya adalah Naver dan Kakao Entertainment.

(wk/chus)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait