Chef Juna dan kekasihnya beberapa waktu lalu sempat menghebohkan dunia maya karena dikabarkan menikah. Baru-baru ini Citra Anidya berpendapat tentang pentingnya menjaga sikap saat jadi viral.
- Intan Maharani
- Rabu, 30 Juni 2021 - 14:38 WIB
WowKeren - Citra Anidya pernah menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Bersama dengan kekasihnya, Chef Juna, keduanya pernah diberitakan sudah melangsungkan pernikahan.
Pernah merasakan menjadi buah bibir hingga viral, Citra Anidya membagikan pendapat tentang menjaga sikap ketika sedang populer lewat akun Instagram pribadinya. Sebagai pemanis, ia mengunggah foto dirinya tampak cantik sedang melakukan pemotretan dengan kemeja cokelat dan celana jeans.
"Saat lo lagi viral, saat lo lagi sukses jadi berita dimana-mana, saat jumlah followers lo naik pesat, coba deh resapin pemikiran seperti ini: 'I am not the center of the world. Walaupun kelihatannya banyak yang memperhatikan , di moment ini gue memilih fokus sama hal lain. Not everything is about me. Gue tidak lebih penting dari orang lain,'" tulis Citra Anidya pada postingan Selasa (29/6).
Kemudian Citra Anidya menambahkan agar tidak menuntut perlakuan spesial dan jangan merasa lebih istimewa. Baginya, tantangan seorang tokoh publik adalah bagaimana untuk tetap memikirkan sekitar di tengah lingkungan yang mendukung menjadi egois.
Selain itu Citra Aniadya juga berpendapat bahwa merasa sama dengan yang lain ketika lingkungan mendorong agar bersikap berbeda. Menurutnya, menjadi terkenal tidak membuat seseorang lebih baik dari yang lain.
"Tantangannya adalah bagaimana menjadi semakin besar, tapi tetap sadar bahwa diri ini seperti sebutir debu di alam semesta. Kalo lo mau sukses, kalo lo mau terkenal, kalo lo mau kaya, semua itu hanya semacam 'emplifier'," lanjutnya.
Bagi Citra Anidya, jika seseorang pada dasarnya serakah maka popularitas dan uang hanya akan memperbesar keserahakannya. Begitu pula sebaliknya, jika pada dasarnya dermawan maka kesuksesan akan membuat seseorang semakin dermawan.
Citra Anidya menegaskan bahwa jangan lupa merasa sama dengan manusia lainnya. Maksudnya adalah, sama-sama punya hati yang bisa merasakan. Tak hanya hati, manusia menjadi sama karena setiap orang pernah mengalami penderitaan, kebahagiaan, berusaha hingga berjuang.
" Karena ketika semua atribut kesuksesan lo hilang, maka siapa yang akan ada disana? Apakah dia orang yang merasa utuh? Atau dia kehilangan identitas diri? Find meaning in loving and supporting others . Not in getting more only for yourself ~AM-," tutup Citra Anidya.
(wk/inta)