Kasus Menurun, Gubernur Ridwan Kamil Sebut Tak Ada Lagi Zona Merah COVID-19 Di Jabar
Twitter/ridwankamil
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang telah menyerang lebih dari satu tahun. Masing-masing pemda juga terus berupaya untuk menangani COVID-19 di wilayahnya, termasuk Jabar.

WowKeren - Pemerintah hingga saat ini terus berjuang dalam menangani angka kasus COVID-19 yang terbilang masih tinggi. Meski demikian, beberapa waktu belakangan ini, ada sejumlah daerah yang mengalami penurunan kasus, seperti di Jawa Barat (Jabar).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut bahwa saat ini kedaruratan kasus COVID-19 di wilayahnya sudah mengalami penurunan. Adapun penurunan itu dilihat dari indikatornya yakni angka keterisian rumah sakit yang rendah, hingga tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori zona merah.

Terkait penurunan kasus COVID-19 itu disampaikan oleh Ridwan usai melakukan peninjauan sentra vaksinasi bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (22/8). Ia pun berterima kasih kepada Sandiaga beserta jajaran atas upaya yang dilakukan dalam menangani pandemi.

"Darurat sudah lewat, dua minggu ini Jabar satu-satunya provinsi yang tidak ada zona merah," terang Ridwan. "BOR 24 persen, kasus turun."


Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga meminta kepada Sandiaga untuk membantu mengkonsolidasi kepada pemerintah pusat dalam mengamankan jatah vaksin COVID-19 sebanyak 15 juta dosis per bulan untuk Jabar. Ia pun mengingatkan bahwa penduduk di Jabar ada sekitar 50 juta jiwa, sehingga distribusi vaksin diharapkan lancar untuk kepentingan bersama.

"Saya titip Pak Menteri di level pemerintah pusat, tolong saling ingatkan, bahwa penduduk jabar 50 juta jiwa," ungkap Ridwan. " Suplai 15 juta dosis per bulan harus lancar biarkan teknis penyuntikkan dan lain lain urusan di pemerintah daerah."

Lebih lanjut, Ridwan menerangkan bahwa dari 13 juta dosis vaksin COVID-19 yang diberikan pemerintah pusat, percepatan vaksinasi menjadi terus berkembang. Dari 50 ribu penyuntikkan, menjadi 200 ribu per hari.

Ridwan mengharapkan percepatan vaksinasi COVID-19 itu bisa terus berlanjut dan semakin meningkat. Ia pun mengatakan percepatan vaksinasi diharapkan bisa hingga 400 ribu per hari. Hal ini dilakukan untuk bisa mencapai kekebalan komunal atau herd immunity pada Desember 2021.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts