Surabaya Jadi Pilot Project Wisata Medis, Ditarget Raup Sampai USD11 Miliar
Wikimedia Commons/Kent961
Nasional

Pemerintah menunjuk Surabaya dan 2 kota lain sebagai percontohan pengembangan wisata medis. Tak main-main, pemerintah menarget bisa menyerap hingga USD11 miliar.

WowKeren - Indonesia bersungguh-sungguh untuk menjajal pembukaan wisata medis, terbukti dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) yang telah menunjuk beberapa daerah sebagai percontohan. Daerah yang dimaksud adalah Surabaya, Medan, dan Jakarta.

"Kami baru menetapkan tiga kota sebagai pilot project untuk wisata medis. Di tengah pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk menata ulang," tutur Menparekraf Sandiaga Uno di Surabaya, Kamis (16/9).

Wisata medis sendiri merupakan perjalanan untuk memperoleh layanan kesehatan, baik di dalam dan luar negeri. Dan ternyata tidak main-main, wisata medis yang dilakoni warga Indonesia ke luar negeri selama ini bisa mencapai USD11 miliar.

Nominal itulah yang ditarget bisa diraih Surabaya bila membuka wisata medis. Lewat program ini, pemerintah akan mendorong perkembangan industri medis Indonesia, terutama di Surabaya. Tentu saja nanti pendapatan daerah akan ikut terdongkrak, terutama dari sektor wisatanya.


"Tidak perlu lagi ke luar negeri. Sehingga sekitar USD11 miliar yang sebelumnya dibelanjakan oleh wisatawan Indonesia saat berwisata medis di luar negeri bisa di-capture (diserap) oleh Surabaya," terang Sandiaga, dikutip pada Jumat (17/9).

Untuk mengembangkan wisata medis, pemerintah akan membentuk Indonesia Health Tourism Board (IHTB) yang berada di bawah Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) serta Kementerian Kesehatan. "Kami memastikan bahwa layanan kesehatan terbaik bisa dihadirkan di Surabaya, Jakarta, dan Medan. Harapannya nanti akan diikuti oleh kota-kota lain sehingga potensi wisata medis ini bisa kita kembangkan," pungkas Sandiaga.

Penunjukan ini pun disambut baik oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Eri bahkan siap untuk berkoordinasi dengan para rektor serta Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi). "Jadi kami akan me-launching industri kesehatan di Kota Surabaya pada 27 September 2021," tutur Eri.

Eri optimis Surabaya bisa menyerap wisatawan medis ini karena layanan kesehatannya pun sudah mumpuni. Mulai dari berbagai fasilitas layanan kesehatan bertaraf internasional maupun para spesialis di berbagai penyakit.

"Semua tahapan-tahapannya sudah kita lakukan. Tinggal kita menerapkan 3G yang disebut Pak Menparekraf Sandiaga tadi, yaitu gercep, geber, gas pol," tegas Eri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts