'Squid Game' Mendunia, Disebut Ikuti Jejak 'Parasite' Lantaran Bahas Struktur Sosial
Instagram/netflixkr
TV

'Squid Game' sedang menjadi topik panas di dunia setelah menempati peringkat pertama di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Sama-sama membawa bahas struktur sosial, drama ini dinilai mengikuti jejak 'Parasite'.

WowKeren - Setelah "Squid Game" menjadi trending di sejumlah negara dan merajai daftar tontonan televisi di Netflix, pembahasan mengenai serial ini semakin berkembang. Sebuah media lokal Korea Selatan menghubungkan drama original Netflix ini dengan film peraih Oscar "Parasite".

Selain menampilkan kebrutalan dalam alur ceritanya, "Squid Game" dengan jelas mengangkat struktur sosial sebagai premis. Drama ini dinilai mempunyai tekstur sempurna yang berasal dari akting memukau jajaran pemain hingga pesan sosial yang diangkat. Hal ini serupa dengan film "Parasite" yang sukses membuat dunia tercengang dengan makna dan pesan sosial di dalamnya.

Mengambil sejumlah permainan kanak-kanak Korea Selatan, "Squid Game" bercerita tentang pertarungan 456 pemain yang berusaha memenangkan uang dengan jumlah besar. Tanpa disangka permainan-permainan yang semula dianggap sepele ini rupanya berakhir mematikan. Salah satu permainan yakni squid game menjadi penentu di mana orang-orang membentuk pola seperti cumi-cumi dan melibatkan serangkaian peraturan juga status pemain.

Seorang kritikus budaya populer setempat, Kim Seong Su menjelaskan bahwa permainan squid game mewakili bagaimana manusia bertahan hidup ini. "Permainan seperti squid game, kelereng, dan dalgona muncul dalam drama adalah permainan yang biasa dimainkan di gang-gang. Tetapi pada kenyataannya, permainan ini mewakili cara manusia bertahan hidup," terangnya.


Penafsiran di mana drama ini adalah shock therapy yang ditunjukkan secara visual. Anak-anak yang digambarkan bisa gugur dalam permainan ini jika diterapkan pada kehidupan sesungguhnya, bisa menyebabkan seseorang mati. Selain itu, penonton VIP diasosiasikan sebagai kaum kapitalis yang memegang roda perekonomian dunia dan mengabaikan kemanusiaan disebut ditunjukkan dengan tepat.

"Di mana-mana sama, anak-anak mendapat pelajaran kebijaksaan melalui bermain. Cara bagaimana itu diungkapkan bahwa ada kaum kapitalis yang tidak manusiawi menonton pertarungan hidup dan mati dalam satu lingkup di ceritanya sangat bagus," kata Kim Seong Su lagi.

Selain itu, lokasi mencolok dan pakaian yang dikenakan para tokohnya menunjukkan adanya rasa keterasingan di antara para pemain. Artinya, para pemain sebagai kaum yang lemah secara ekonomi mengikuti permainan tanpa mempedulikan konsekuensinya dan hanya ingin lepas dari kekurangan finansial. Ketika tidak banyak yang bisa dilakukan selain bertahan hidup, mereka kehilangan rasa kemanusiaan.

Kritikus budaya populer lain Jung Deok Hyun menjelaskan bahwa meski ditulis sebagai drama survival, "Squid Game" adalah tuduhan sosial. "Kupikir ini adalah karya yang melihat masyarakat dan kapitalisme melalui permainan, namun hanya memakai permainan sebagai subyeknya," terangnya.

Terakhir, kritikus mengaku salut karena Netflix konsisten membawa genre-genre yang sulit diterima oleh masyarakat. Tak hanya itu, Korea Selatan juga semakin percaya diri memproduksi konten-konten yang bernilai di mata dunia.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait