Mensos Tegaskan Akan Tetap Salurkan 2 Jenis Bansos Ini Kepada Masyarakat Terdampak COVID-19
Instagram/kemensosri
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah selama pandemi COVID-19 berlangsung, menyalurkan bansos terhadap masyarakat terdampak langsung. Hal ini akan terus berlangsung hingga tahun depan yakni 2022.

WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia hingga kini masih belum juga berakhir. Pandemi ini telah membawa banyak dampak terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satu yang sangat dirasakan adalah terhadap perekonomian masyarakat marjinal atau berpenghasilan harian.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat terdampak langsung COVID-19. Adapun jenis bansos yang diberikan berupa uang tunai dan non tunai.

Maka dari itu, pemerintah memastikan akan terus menyalurkan bansos kepada masyarakat di tahun 2022. Berdasarkan informasi dari covid19.go.id, bansos akan tetap disalurkan kepada masyarakat terdampak COVID-19 dengan alokasi sebesar Rp74,08 triliun.

"Bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan terus berlanjut," terang Mensos Tri Rismaharini dalam keterangan, Senin (27/9). "Tahun depan, Kemensos menganggarkan Rp74,08 triliun atau 94,6 persen untuk bansos, jadi tidak benar kalau Kemensos menghentikan program bansos."


Risma menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19. "Masyarakat miskin danm terdampak akan tetap kami bantu," imbuhnya.

Risma menjelaskan mengenai bansos yang tetap disalurkan kepada masyarakat adalah bansos reguler dan khusus. Adapun maksud dari bansos regular adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako. Sedangkan bansos khusus adalah untuk kedaruratan seperti Bantuan Sosial Tunai (BST).

Lebih lajut, Risma mengungkapkan bahwa PKH dan BPNT terus berjalan, baik ada atau tidak ada pandemi COVID-19. "Karena memang dimaksudkan untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul," papar Risma.

Risma menerangkan Kemensos telah menganggarkan Rp28,7 triliun untuk melanjutkan PKH pada 2021 dengan target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah akan terus melanjutkan menyalurkan bansos kepada masyarakat terdampak.

Sebelumnya, Kemensos telah berhenti menyalurkan BST sebesar Rp300 ribu kepada masyarakat terdampak pandemi di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Risma menjelaskan bahwa hal ini dilakukan sebab BST pada dasarnya memang merupakan bantuan yang hanya diberikan dalam keadaan darurat saja.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts