The Rain akan segera merayakan peringatan hari jadi band mereka yang ke-20 tahun. Band asal Jogja itu pun sudah menyiapkan persembagan spesial untuk fans, salah satunya single 'Salam Dari Ibumu'.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 03 November 2021 - 21:51 WIB
WowKeren - Grup band The Rain tak terasa sudah 20 tahun terjun ke industri musik Tanah Air. Band asal Jogja ini pun punya sajian spesial buat para penggemar dalam rangka peringatan hari jadi mereka yang ke-20 tahun. The Rain baru saja merilis single terbaru berjudul "Salam dari Ibumu" jelang ulang tahun band mereka.
Beranggotakan Indra Prasta (vokal utama, gitar), Iwan Tanda (gitar, vokal), Ipul Bahri (bass, vokal) dan Aang Anggoro (drum, vokal), THE RAIN masih aktif berkarya selama nyaris dua dekade. Lagu Salam dari Ibumu ini mereka sebut sebagai single pemanasan.
"Pemanasan sambil bersiap menyambut 20 tahun The Rain di bulan Desember nanti," ujar Indra dalam keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.
Untuk perayaan ulang tahun grup mereka yang ke-20 nanti, The Rain rupanya berencana merilis album ke-7 yang sudah lama tertunda. Album ini akhirnya fokus digarap sejak pertengahan tahun 2021.
Belum dibocorkan judul apa yang bakal dipakai The Rain untuk album ke-7 mereka. Pastinya, project tersebut sudah dinantikan mengingat The Rain terakhir merilis album penuh berjudul "Jabat Erat" di tahun 2016.
"Awalnya sempat terpikir untuk membuat album The Best of The Rain saja, mumpung momennya pas di ulang tahun ke-20, dan kami belum pernah merilis album kompilasi hits The Rain. Tapi setelah beberapa kali menggelar sesi latihan, ada banyak lagu baru yang lahir. Jadi kami memutuskan untuk merayakan momen dua dekade The Rain dengan merilis barisan lagu baru lewat album ini. Lagu baru, babak baru, semangat baru", jelas Iwan.
Lagu Salam dari Ibumu sendiri merupakan track yang bercerita tentang cinta. The Rain mengambil sudut pandang seseorang yang jatuh cinta pada sahabat sendiri. Dua orang ini sudah kenal satu sama lain luar dalam dan banyak tahu rahasia masing-masing. Plot twist, perasaannya tidak berbalas.
"Saya membayangkan sebuah kondisi zona teman yang rumit dan sudah sulit untuk diubah. Sudah dekat dengan keluarganya. Sudah dianggap seperti anak sendiri oleh ibunya, tapi tetap saja hanya dianggap sebagai sahabat olehnya,", pungkas Indra membahas proses penulisan liriknya.
(wk/amel)