Selama ini, banyak penggemar yang berpikir bahwa menjadi seorang idola adalah hal yang mudah dan menyenangkan. Namun, Daisy eks Momoland mengungkapkan hal lain yang tidak seperti ekspektasi publik.
- Takiara
- Jumat, 05 November 2021 - 10:42 WIB
WowKeren - Perjuangan seseorang untuk menjadi idola K-Pop memang tidak mudah. Meskipun banyak penggemar melihat kehidupan idola K-Pop adalah hal yang luar biasa, namun masih banyak secara khusus yang menyuarakan keprihatinan tentang perbedaan perlakuan antara bintang K-Pop wanita dan pria.
Banyak penggemar telah menunjukkan bahwa idola wanita memiliki harapan yang berbeda dari pria. Hal ini menjadi perbincangan topik yang diutarakan mantan anggota Momoland yakni Daisy atau yang kini dikenal sebagai Yoo Jung Ahn.
Daisy baru-baru ini muncul di podcast di mana ia berbicara tentang waktunya di grup, masalah perampasan budaya, dan banyak lagi. Selama podcast, pembawa acara bertanya kepada Daisy apakah menurutnya ada perbedaan antara grup laki-laki dan perempuan dalam industri K-Pop.
Meskipun ia menjelaskan bahwa tidak tahu pengalaman berada di grup laki-laki, namun ia percaya ada perbedaan besar karena sikap masyarakat Korea. "Lebih berkaitan dengan masyarakat kita secara umum dan bagaimana wanita dipandang secara umum, bahkan tidak hanya di K-Pop, hanya cara dunia memandang wanita. Aku pikir ada beberapa hal ketidakadilan atau hal-hal yang bisa membuat orang tidak nyaman," ungkap Daisy.
Secara khusus, ia menunjukkan beberapa pengalaman yang mungkin dimiliki anggota girl group di masa lalu yang akan sangat berbeda dari idola pria. "Di K-Pop, idola wanita dihadapkan pada beberapa situasi tidak nyaman yang tidak mereka inginkan," tutur Daisy mengungkapkan pengalamannya.
Ini bukan pertama kalinya pengalaman seperti ini dibagikan di kalangan publik. Sebelumnya Ailee juga pernah mengungkapkan bahwa seorang idola senior bertanya apakah ia berniat pensiun karena berat badannya bertambah. Banyak penggemar percaya bahwa idola wanita dinilai lebih beresiko berdasarkan berat badan mereka ketimbang pria.
Selain peran gender yang diberikan kepada banyak wanita di Korea, ada juga tingkat harapan dan standar kecantikan yang berbeda. Bagi Daisy, ia percaya bahwa apa yang terjadi di K-Pop hanyalah cerminan dari apa yang terjadi di masyarakat terkait perlakuan terhadap idola wanita dan pria. Akan tetapi hal itu tampaknya meningkat lebih baik di industri ini.
"Mereka (idola wanita) ditaruh di atas panggung untuk dilihat semua orang. Mereka di foto dan tidak pernah tahu kapan mereka di foto atau video mereka diambil. Orang-orang sangat suka memotret setiap bagian tubuh mereka dan membicarakannya," ungkap Daisy menjelaskan.
Ini bukan pertama kalinya masalah kesetaraan gender diangkat di industri hiburan K-Pop dan Korea. Meskipun diperkirakan bahwa baik idola pria maupun wanita mengalami hal yang sama. Ketika menyangkut masalah standar kecantikan dan bahkan bayaran, banyak penelitian telah melihat ketidaksetaraan dan standar ganda yang terlihat dan masih belum bisa teratasi dengan baik.
(wk/taki)