Puan Maharani Tolak Interupsi F-PKS Saat Sidang Paripurna Picu Sindiran Capres, PDIP Beri Pembelaan
Instagram/puanmaharaniri
Nasional

Sang Ketua DPR RI menolak interupsi salah satu anggotanya yang berasal dari Fraksi PKS, Fahmi Alaydroes. Setelahnya, Fahmi sempat menyinggung soal potensi Puan menjadi Capres 2024.

WowKeren - DPR RI resmi memilih Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI pada Senin (8/11). Namun dalam sidang paripurna tersebut rupanya terjadi suatu insiden pimpinan DPR mengabaikan interupsi.

Ketua DPR Puan Maharani menolak interupsi yang disampaikan wakil rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahmi Alaydroes, jelang penutupan sidang terkait laporan hasil fit and proper test Andika dari Komisi I. "Interupsi pimpinan, interupsi," kata Fahmi.

Interupsi ini disampaikan ketika Puan tengah membacakan ucapan penutupan sidang paripurna yang digelar di Gedung Nusantara 2. Namun Puan seolah tak mendengarkan interupsi tersebut, sekalipun suara Fahmi terdengar hingga tribun samping.

Fahmi pun menyebutkan nomer anggotanya sebagai wakil rakyat, yakni A432. Namun Puan tetap melanjutkan salam penutupan sidang meskipun Fahmi ngotot mencoba menginterupsi.

Sampai akhirnya Puan mengetok palu tanda sidang paripurna ditutup dan membuat Fahmi melempar sindiran telak. "Gimana mau jadi Capres, hak konstitusi kita saja nggak dikasih," serunya.


Hal ini membuat suasana ruang sidang jadi riuh rendah. Anggota DPR dari F-PDI Perjuangan Utut Adiyanto pun terlihat menghampiri Fahmi, bahkan menunjuk-nunjuk sang rekan sesama wakil rakyat. Wakil Ketua Komisi I DPR tersebut pun kemudian membeberkan penyebab ia sampai mendatangi Fahmi yang menginterupsi sidang.

Menurutnya, pimpinan sidang memang berhak menerima atau menolak interupsi. Dan perihal penolakan ini, menurut Utut, adalah demi menjaga kesakralan agenda.

"Tadi kan di awal udah dibilang, agendanya tunggal, yaitu masalah laporan Komisi I mengenai Panglima TNI. Kan sudah," papar Utut. "Kan interupsi bisa di tempat lain, supaya kesakralannya bisa terjaga."

Ketua Fraksi PDIP tersebut mengaku tidak kenal dengan Fahmi Alaydroes. Ia hanya mengetahui bahwa yang bersangkutan merupakan anggota dari F-PKS.

Di sisi lain, DPR RI telah menyepakati penunjukan Andika Perkasa sebagai pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. "Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, SE, MA, MSc, sebagai Panglima TNI," ujar Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait