Polemik Shandy Aulia dengan perempuan asal Manado Laura Aprilya Bakkara terus bergulir di Polda Metro Jaya. Lantas seperti apa tanggapan Laura dan kuasa hukumnya usai dipanggil kepolisian sebagai saksi?
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 10 November 2021 - 14:46 WIB
WowKeren - Polemik Shandy Aulia dan perempuan asal Manado Laura Aprilya Bakkara diketahui sudah bergulir sejak beberapa bulan yang lalu. Yang mana, Shandy saat itu tak terima lantaran sang putri, Claire, diduga telah dihina Laura.
Shandy pun tak terima dan melaporkan Laura ke pihak kepolisian. Bahkan, Shandy sempat menggandeng pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk membantunya menuntut Laura.
Namun, Laura diketahui sudah sempat meminta maaf kepada Shandy dan keluarganya terkait pernyataannya yang menyinggung. Shandy diketahui juga sudah mencabut laporannya terhadap Laura ke pihak kepolisian. Tak lama, Laura merasa permintaan maafnya tak dihargai oleh Shandy.
Perempuan yang diketahui berprofesi sebagai perawat itu bahkan datang jauh-jauh dari Manado untuk melaporkan balik Shandy ke Polda Metro Jaya. Selang beberapa bulan, akhirnya Laura dipanggil Polda Metro Jaya sebagai saksi atas laporannya terhadap Shandy.
Kuasa hukum Laura yakni Rinto pun membenarkan jika kliennya tengah dipanggil sebagai saksi terkait laporannya terhadap Shandy. Laura diperiksa atas laporannya terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Shandy.
Rinto menyebut Laura yang jauh-jauh datang dari Manado ke Jakarta ingin menunjukkan jika tindakan mereka serius. Sepertinya, pihak Laura kekeh ingin mempolisikan Shandy yang dituding telah mencemarkan nama baik.
"Hari ini kita tentang pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik. Hari ini dalam kapasitas dipanggil sebagai saksi pelapor dan klien kita jauh-jauh dari Manado ke sini untuk menunjukkan bahwa tindakan dia serius," terang kuasa hukum Laura Aprilya Bakkara, Rinto, saat ditemui Detik.com di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (10/11).
Kuasa hukum menyebut Laura masih tak terima atas sikap Shandy yang dinilai provoaktif hingga membuat nama sang klien buruk. Yang mana, Laura sudah meminta maaf tetapi merasa masih terus menerus di-bully publik.
"Dia buka kolom komentar lalu dia posting hal-hal yang bersifat provokatif kepada Laura. Intinya Bu Laura ini sudah minta maaf dan intinya 2 kali loh di sini itikad baiknya dah muncul, tapi ini dipotong oleh terlapor," beber Rinto. "Lalu diciptakan satu situasi bahwa ini pembully-an. Tapi di sini dijelaskan narasinya klarifikasi oleh netizen yang terlalu pintar."
(wk/Sisi)