Adu Keras, Pihak Laura Bantah Aksi Pelaporan Shandy Aulia Cuma Ajang Balas Dendam
Instagram/shandyaulia
Selebriti

Laura Aprilya rupanya masih membuka pintu damai dengan Shandy Aulia soal dugaan kasus pencemaran nama baik. Pihak Laura juga membantah kalau ada unsur balas dendam pada laporannya tersebut.

WowKeren - Perseteruan Shandy Aulia dan Laura Aprilya Bakkara masih terus berlanjut. Meski begitu, pihak Laura menyebut masih membuka pintu damai dengan sang artis. Tapi pihaknya menegaskan bahwa kata damai harus datang dari Shandy Aulia terlebih dahulu.

"Sampai hari ini kita nggak menutup pintu damai, karena kan ada aturannya. Tapi bukan kami yang melakukannya, masa kami yang ajuin perdamaian, kita yang laporin," ujar Rinto Maha saat ditemui awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (10/11) kemarin.

Perdamain yang dimaksud adalah untuk kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Shandy Aulia. Tapi jika tidak juga ada itikad baik dari Shandy Aulia, maka pihak Laura Aprilya Bakkara akan terus melanjutkan kasus ini sampai ke meja hijau. Rinto selaku kuasa hukum Laura bakal meladeni jika Shandy ingin adu keras dengan kliennya.

"Kalau 27 ayat 3 (pencemaran nama baik di media sosial) itu silahkan, kalau dia mau seperti apa ngomong dong. Komunikasinya nggak ada, seperti nggak ada masalah, biarkan saja itu adu keras. Kalau 27 ayat 3 (UU ITE), kita nggak pernah kompromi, tangkap," beber Rinto.


Sementara itu, saat disinggung soal adanya unsur balas dendam, Rinto dengan tegas membantah. Rinto menyebut jika Laura hanya ingin memberikan pelajaran kepada Shandy Aulia.

"Nggak, saya nggak setuju balas dendam. Tapi siapa yang berbuat ada konsekuensi, kita bukan penganut asas hukum pembalasan, tapi hukum ada konsekuensinya, termasuk laporan 27 ayat 3," jelasnya.

Pasalnya, Shandy Aulia diduga telah membuat narasi yang provokatif soal Laura Aprilya Bakkara. Jika memang ia tidak suka dengan unggahan kurang gizi yang dilontarkan Laura, seharusnya Shandy Aulia melaporkannya ke pihak berwajib.

"Di 27 ayat 3 videonya (klarifikasi Laura) dibuat satu narasi yang provokatif ada di situ, pradilan jalanan ya kita lapor. Kalau dia merasa benar, harusnya dia melapor dong, tapi kan tidak terjadi. Kita nggak salah melapor begini, secara norma apa yang dilakukan sudah tepat," pungkas Rinto Maha.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait