Pangeran Harry mengklaim media sosial, tabloid serta komentar jahat publik sangatlah kejam kepada Meghan Markle. Pangeran Harry membenarkan jika alasannya melepas gelar bangsawan karena komentar kejam publik.
- Sisilia Rizky Azalea
- Kamis, 11 November 2021 - 13:27 WIB
WowKeren - Duke and Duchess of Sussex Pangeran Harry dan Meghan Markle diketahui telah memutuskan untuk meninggalkan gelar bangsawan mereka sejak 2020 lalu. Kini, Pangeran Harry memboyong Meghan dan kedua anak mereka menetap di Montecito, California.
Meski sudah mengundurkan diri dari kerajaan Inggris, popularitas Pangeran Harry dan Meghan rupanya kian melejit. Berbagai kontrak dalam dunia hiburan Hollywood hingga sejumlah bisnis mereka jalani saat ini.
Itu mengapa, para ahli mengklaim kekayaan serta ketenaran Pangeran Harry dan Meghan kian meningkat sejak mereka memutuskan untuk pindah ke Amerika. Bahkan keduanya diketahui memiliki yayasan sendiri bernama Archewell Foundation.
Menariknya, Pangeran Harry belum lama ini buka-bukaan perihal salah satu alasan yang membuatnya ingin pergi jauh dari kerajaan Inggris. Pangeran Harry mengakui jika kejamnya tabloid, media sosial serta komentar jahat publik membuatnya memutuskan untuk membawa Meghan dan putra mereka, Archie, pergi dari Inggris.
Pangeran Harry mengklaim Meghan kerap disudutkan dan menjadi sasaran kemarahan publik. Bahkan sikap publik kepada Meghan disebut Pangeran Harry sebagai misoginis.
Misoginis merupakan istilah psikologi yang menggambarkan ketidaksukaan publik terhadap seorang wanita secara ekstream. Publik cenderung menghina, menyudutkan hingga membuat kesehatan mental wanita tersebut terganggu.
"Mungkin orang tahu ini dan mungkin tidak, tapi istilah Megxit dulu atau merupakan istilah misoginis," ungkap Pangeran Harry dalam wawancara bersama The Guardian.
Pangeran Harry menyebut imej buruk Meghan di mata publik pertama kali dibangun oleh haters. Beragam fitnah yang dilemparkan kepada Meghan kemudian di makan mentah-mentah oleh publik.
"Itu dibuat oleh troll, diperkuat oleh koresponden kerajaan, dan itu tumbuh dan tumbuh dan tumbuh menjadi media arus utama," lanjutnya. "Tapi itu dimulai dengan troll."
Diakui Pangeran Harry, kebencian terhadap Meghan dipelopori media Inggris. Menurut Duke of Sussex, media Inggris telah membuat kebohongan seolah menjadi sebuah kebenaran.
"Mungkin bagian yang paling mengganggu dari ini adalah jumlah wartawan Inggris yang berinteraksi dengan mereka dan memperkuat kebohongan," pungkasnya. "Tapi mereka memuntahkan kebohongan ini sebagai kebenaran."
(wk/Sisi)