Isu Distorsi Sejarah Kembali Mencuat, 'Snowdrop' Lagi-Lagi Terima Ancaman Boikot
TV

Drama Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In 'Snowdrop' kembali menerima ancaman boikot dari netizen Korea Selatan. Simak penjelasan lengkapnya dalam berita di bawah ini.

WowKeren - Drama "Snowdrop" yang dibintangi oleh Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In tak henti-hentinya diterpa masalah. Kini, netizen kembali mencoba untuk memboikot drama yang akan segera tayang tersebut.

Sebelumnya, netizen Korea Selatan menyuarakan kekecewaannya terhadap fanclub BLACKPINK dari Vietnam yang memasang iklan dukungan "Snowdrop" di Stasiun Jongno. Netizen berpendapat bahwa iklan tersebut tidak seharusnya dipasang di sana, karena Stasiun Jongno merupakan pusat Gerakan Demokrasi Juni di Korea.

Mereka merasa tidak nyaman saat menyaksikan iklan tersebut karena drama ini sempat menimbulkan kekhawatiran tentang distorsi sejarah. Beberapa dari mereka bahkan bertekad untuk memprotes pihak terkait untuk menurunkan iklan ini.

Saat isu distorsi sejarah kembali mencuat, sejumlah netizen kembali mencoba untuk memboikot "Snowdrop". Mereka bahkan berusaha untuk memboikot Disney+, platform streaming yang akan menayangkan drama ini.

Sebagaimana diketahui, "Snowdrop" merupakan drama romantis yang mengambil latar di Seoul pada tahun 1987. Ceritanya berfokus pada kisah cinta emosional dari sepasang mahasiswa bernama Su Ho (Jung Hae In) dan Young Ro (Jisoo).

Su Ho digambarkan sebagai mahasiswa elit yang tiba-tiba muncul di asrama Universitas Wanita dengan keadaan terluka. Dia kemudian ditolong dan disembunyikan oleh Young Ro, yang merupakan salah satu mahasiswi asrama tersebut.


Namun, setting aktivis Su Ho sebagai mata-mata Korea Utara telah menimbulkan kontroversi karena dianggap "memuliakan mata-mata". Selain itu, penggambaran Su Ho sebagai "mahasiswa pascasarjana di universitas bergengsi yang tinggal di Jerman" juga menimbulkan ketidaknyamanan.

Isu Distorsi Sejarah Kembali Mencuat, \'Snowdrop\' Lagi-Lagi Terima Ancaman Boikot

Source: Kbizoom

Beberapa orang bahkan menghubungkan hal ini dengan insiden manipulasi mata-mata Dongbaeklim. Dalam kasus ini, 194 warga Korea dan mahasiswa internasional yang tinggal di Eropa Barat memasuki Kedutaan Besar Korea Utara di Berlin Timur disebut terlibat dalam kegiatan mata-mata.

Kendati demikian, Mahkamah Agung tidak mengakui kejahatan mereka sebagai mata-mata. Pada akhirnya, aktivitas ini disebut sebagai kasus manipulasi mata-mata perwakilan dari administrasi mantan presiden Korsel Park Chung Hee.

Di sisi lain, JTBC telah membantah tuduhan seputar distorsi sejarah dalam alur "Snowdrop". Mereka menyatakan, "Background utama (drama ini) bukanlah gerakan demokratisasi, melainkan situasi politik pada saat pemilihan presiden 1987. Ini adalah cerita hipotesis dari rezim militer dan Badan Keamanan Nasional yang berkonspirasi dengan kediktatoran Korea Utara untuk mempertahankan hak-hak pribadi."

Kendati demikian, kontroversi mengenai masalah sejarah dalam drama ini tak bisa lenyap begitu saja. Karena itulah ada banyak penggemar yang khawatir karena jadwal tayang "Snowdrop" sudah semakin dekat. Bagaimana menurut kalian?

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait