Grand Line Group selaku agensi H1-KEY merilis pernyataan atas tuduhan kepada Sitala mengingat sang ayah Sarunyoo Wongkrachang merupakan pendukung pemerintahan Thailand di bawah kediktatoran militer.
- Takiara
- Rabu, 08 Desember 2021 - 13:42 WIB
WowKeren - Aksi protes publik ketika mengetahui jika salah satu girl grup yang akan debut yakni H1-Key langsung ramai diperbincangkan. Protes tersebut bermula karena munculnya rumor bahwa latar belakang dari salah satu membernya yakni Sitala berasal dari keluarga anti-demokrasi yang berkaitan dengan kemiliteran di Thailand.
Karena semakin runyam, pada Rabu (8/12), Grand Line Group yang merupakan agensi girl grup H1-KEY yang belum debut itu mengeluarkan pernyataan resmi sebagai tanggapan atas kontroversi baru-baru ini seputar Sitala. Agensi juga membahas tentang mendiang ayah Sitala yang telah berpartisipasi dalam kampanye anti-demokrasi Thailand tidak berhubungan dengan karier sang idola satu ini.
"Halo, ini GLG agensi H1-KEY. Pertama, kami menundukkan kepala untuk meminta maaf kepada semua orang yang mungkin telah terluka dan tersinggung oleh peristiwa baru-baru ini. Kami juga berharap perdamaian dan kesejahteraan bangsa Thailand. Kami ingin menyebutkan bahwa karena rumitnya masalah ini yang melibatkan keterlibatan anggota H1-KEY Sitala dan mendiang ayahnya dalam urusan seperti politik, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat Thailand, butuh waktu untuk lembaga untuk benar-benar memahami masalah yang dihadapi, dan kami sangat berhati-hati dalam menangani masalah tersebut," tutur pihak agensi.
"Segera setelah kami menerima kekhawatiran dari warga Thailand mengenai masalah ini, agensi mulai memeriksa dengan cermat mendiang ayah Sitala dan tindakannya di masa lalu, pengaruh yang mungkin dimiliki terhadapnya pada saat Sitala masih di bawah umur dan lain sebagainya. Setelah memeriksa detailnya, kami telah memutuskan bahwa adalah salah menempatkan Sitala dalam situasi yang tidak menguntungkan semata-mata karena tindakan mendiang ayahnya," lanjut agensinya.
Pihak agensi memercayai bahwa akan sangat ekstrim untuk meminta Sitala bertanggung jawab atas peristiwa yang tidak ia perankan. Oleh karena itu, agensi telah memutuskan bahwa tidak akan ada perubahan anggota pada H1-KEY meski sebelumnya ditentang oleh publik.
Pihak agensi juga memberikan keterangan tentang pendapat Sitala saat menyebutkan sang ayah sebagai panutan di biografinya. "Agensi ingin menegaskan dengan tegas bahwa Sitala memilih ayahnya sebagai panutan karena ia telah lama berkarier sebagai aktor dan sutradara yang disegani di bidang seni, bukan karena aktivitas politiknya," ungkap agensinya.
Berdasarkan informasi terbarunya, Sitala sedang bercermin pada dirinya sendiri dan merasa terganggu oleh sejauh mana masalah baru-baru ini telah berkembang. Dia juga belajar tentang realitas iklim politik Thailand.
"Sitala yang kami kenal di agensi kami setia dan sopan. Dia mencintai negara asalnya dan bangga dengan budaya Thailand dan orang-orang Thailand. Dia selalu menyatakan bahwa salah satu motivasi terbesarnya untuk kesuksesannya adalah membuat Thailand lebih dikenal orang di seluruh dunia, dan membawa kehangatan bagi orang-orang Thailand. Dia telah melakukan upaya tak kenal lelah untuk memenuhi impiannya yang penuh gairah. Kami sangat berharap semua orang akan mendukung Sitala agar usahanya tidak sia-sia. Sekali lagi, kami berharap perdamaian dan kesejahteraan di Thailand," lanjut pihak agensinya.
Sementara itu, girl grup rookie baru satu ini terdiri dari 4 anggota termasuk Yel, Seoi, Riina, dan Sitala. Penggemar K-Pop Thailand memprotes karena ayah Sitala yakni Sarunyoo Wongkrachang adalah seorang elit yang mendukung pemerintahan Thailand di bawah kediktatoran militer sekaligus aktor terkenal di negara tersebut sehingga menjadi persoalan sensitif bagi warga Thailand yang merasakan tragedi itu.
(wk/taki)