Venna Melinda memandang Paula Verhoeven sebagai sosok yang tidak jutek dan jarang marah. Namun Baim Wong mengungkap kenyataan berbeda yang justru menjadi keistimewaan Paula.
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 13 Desember 2021 - 17:08 WIB
WowKeren - Rumah tangga harmonis pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven terus menjadi sorotan. Venna Melinda merupakan salah satu yang kepo dengan keharmonisan rumah tangga Baim dan Paula. Pasangan yang menikah pada November 2018 tersebut baru saja dikaruniai anak kedua.
Rasa penasaran Venna Melinda diungkap dengan membacakan salah satu pertanyaan netizen terkait keistimewaan Paula Verhoeven di mata Baim Wong. Dalam kesempatan itu, Venna ikut memuji Paula yang dikiranya tak pernah marah. Namun Baim membantah pujian tersebut.
"Keistimewaannya itu dia penyayang sama anak-anak, sama saya juga," kata Baim dalam konten yang dibagikan Venna pada Sabtu (11/12). "Nggak pernah jutek ya kayaknya ya," timpal Venna. "Pernah lah," sahut Baim.
"Kayaknya kalo aku liat di YouTube channel kalian nggak pernah marah ya," puji Venna. "Pura-pura itu," seloroh Baim. "Jutek pasti ada ya. Tapi kalo misalkan jutek banget, enggak," tambahnya.
Lebih lanjut, Baim Wong memuji cara asuh Paula Verhoeven terhadap putra-putra mereka, Kiano dan Kenzo. Namun Baim juga mengajak Paula berkembang dengan memintanya lebih meningkatkan interaksi sosial dibanding terus berada di rumah.
"(Paula) Agak keras juga, cuman over all dia baik, penyayang, sama anak hebat banget mendidiknya. Saya kadang-kadang suka 'Alhamdulillah ya'," cerita Baim. "Tapi terkadang saya maunya juga 'Keluar gih' karena sosial penting juga. (Paula) Jarang banget (gaul), iya (anak rumahan)."
Menurut Baim Wong, pergaulan cukup penting untuk mengintrospeksi diri sendiri selain dari penilaian keluarga. Baim juga mengaku jarang mengajarkan soal agama kepada Paula, tetapi selalu berusaha memberikan contoh.
"Menurut saya gaul juga penting. Karena kita harus mengintropeksi diri kita kalo bukan dari keluarga, orang lain. Susah buat mengembangkan diri sendiri untuk bilang salah di mana, bener di mana," pungkasnya. "Tapi saya tidak pernah mengajarkan pondasi seperti agama, saya mencontohkan. Karena kalo mengajarkan jadi tidak dari diri dia sendiri."
(wk/nere)