Warga Korea Selatan menngklaim bahwa penayangan drama 'Snowdrop' menyimpang dari sejarah sehingga pihak Komisi Penyiaran akan terus memantau perkembangannya.
- Takiara
- Selasa, 21 Desember 2021 - 13:49 WIB
WowKeren - Kontroversi drama "Snowdrop" terus menjadi perbincangan hangat publik di seluruh dunia. Setelah menayangkan dua episode-nya, drama ini mendapat kecaman keras dari warga Korea Selatannya sendiri karena diduga menyimpang dari sejarah.
Petisi yang melayangkan aksi protes untuk menangguhkan penayangan drama JTBC ini dari waktu ke waktu terus bertambah. Bahkan, warga sipil juga telah bertindak membuat pengaduan kepada Komisi Komunikasi Korea yang baru-baru ini terungkap.
Menurut laporan pada Senin (20/12), total ada 452 pengaduan sipil telah diajukan ke Komisi Komunikasi Korea untuk penghentian penayangan drama "Snowdrop". Jumlah tersebut termasuk pengaduan yang dilakukan hingga pagi hari tanggal 20 Desember.
Atas tanggapannya, Komisi Komunikasi Korea saat ini sedang meninjau keluhan tersebut. Mengenai hal ini, perwakilan dari Komisi Komunikasi Korea menanggapi, "Kami akan meninjau konten drama dan kami akan memutuskan hal-hal yang sesuai."
Hal ini bermula sejak penayangan drama "Snowdrop" yang dinilai menyimpang dari sejarah. "Snowdrop" berfokus pada kisah cinta dua individu yang mana seorang mata-mata Korea Utara dan seorang mahasiswa Korea Selatan bertemu pada waktu yang kacau selama pemilihan presiden 1987.
Tahun 1987 merupakan masa-masa sulit warga Korea saat itu karena menjadi waktu yang sangat penting bagi gerakan pro-demokrasi Korea Selatan. Pembatalan penayangan drama itu kemudian dipicu karena nyatanya drama tersebut tidak berpusat pada gerakan pro-demokrasi.
Tidak ada referensi tentang karakter utama yang berpartisipasi dalam gerakan demokratisasi. Namun, karakter utama wanita menyelamatkan nyawa mata-mata Korea Utara setelah salah mengira dia sebagai aktivis gerakan pro-demokrasi di episode pertama.
Ditambah penayangan perdana menyertakan sebuah lagu penting secara historis yang digunakan untuk melambangkan gerakan pro-demokrasi, dan pemirsa tidak senang dengan hal itu. Meski begitu, pihak JTBC akan tetap menayangkan dramanya.
Sementara itu, drama tersebut juga telah menerima petisi tentang pembatalannya yang ditandatangani oleh lebih dari 230 ribu warga Korea. Beberapa sponsor iklan "Snowdrop" juga telah membatalkan kontrak mereka dan memutuskan untuk tidak lagi menampilkan produk dalam drama.
(wk/taki)