Serikat Ancam Mogok Kerja dan Tuntut Dirut Pertamina Dicopot, Ahok Angkat Bicara
Instagram/basukibtp
Nasional

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengancam akan melakukan mogok kerja sampai Januari 2022 serta menuntut pencopotan Direktur Utama Nicke Widyawati.

WowKeren - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok turut menanggapi ancaman mogok kerja yang dilayangkan serikat pekerja. Bukan hanya ancaman mogok kerja, diketahui Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) juga mendesak Direktur Utama Nicke Widyawati.

Menurut Ahok, masukan dari kedua pihak, dalam hal ini FSPPB dan direksi, harus didengarkan terlebih dahulu. "Saat rapat komite nominasi dan remunerasi dengan Direktur SDM Pertamina dan jajarannya, kami minta Direksi untuk selesaikan dan ajak diskusi terbuka saja," jelas Ahok kepada Bisnis Tempo, Selasa (21/12).

"Ada Ms teams yang bisa seluruh Perwira Pertiwi Pertamina untuk hadir dengarkan tuntutan yang disampaikan, dan apa jawaban Direksi. Kami minta harus adil, transparan, dan sesuai best practice," sambungnya.

Ditemui terpisah oleh CNN Indonesia, Ahok menyinggung soal rencana pemotongan gaji. Sebagai informasi, Pertamina tengah merencanakan untuk memotong gaji karyawan dengan alasan efisiensi perusahaan, sedangkan gaji direksi dan komisaris tetap utuh.


Ahok mengaku tidak sepakat dengan pemotongan gaji karyawan. "Katanya begitu (efisiensi). Harusnya bukan, karena direksi dan komisaris tidak dipotong (gaji)," kata Ahok, Rabu (22/12).

Kendati demikian, Ahok menegaskan bahwa semua masih sebatas rencana. Ahok juga mengaku telah mengingatkan manajemen agar pemotongan gaji dimulai dari level direksi alih-alih hanya menyasar karyawan level bawah.

"Belum ada (pemotongan gaji). Manajemen memang ada rencana," jelas Ahok. "Saya sudah sampaikan jika ada pemotongan gaji harus dimulai dari direksi, tidak bisa hanya yang pegawai yang kerja di rumah."

Sedangkan VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, juga menekankan bahwa rencana pemotongan gaji baru digodok dan belum diimplementasikan. "Rencana program ini (pemotongan gaji) belum dijalankan dan masih dalam proses mendapatkan masukan dari berbagai pihak," papar Fajriyah.

Namun rencana ini ada dalam rangka adaptasi menyambut momen pasca pandemi. "Di mana pekerja Pertamina Holding di kantor pusat, yang tugas dan pekerjaannya dapat dilakukan dari rumah, diberikan opsi untk memilih pola kerja dengan mekanisme work from office (WFO) atau work from home (WFH)," tuturnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait