Belum lama dirilis, 'All of Us Are Dead' telah memicu perdebatan karena menampilkan adegan pelecehan seksual yang eksplisit. Berikut ini alasan munculnya pro-kontra di kalangan pemirsa.
- Intan Maharani
- Sabtu, 29 Januari 2022 - 09:13 WIB
WowKeren - Tak lama setelah dirilis, "All of Us Are Dead" dengan cepat menarik perhatian pemirsa. Bukan hanya menampilkan kengerian virus zombie, drama ini memicu kontroversi karena salah satu adegannya dirasa tidak pantas.
"All of Us Are Dead" bercerita tentang perjuangan sekelompok siswa bertahan hidup di tengah munculnya wabah virus zombie di sekolah. Sementara mereka sedang terisolasi dan mempertahankan diri, banyak hal terjadi di sekitar mereka.
Salah satu adegan di episode pertama "All of Us Are Dead" di mana seorang anak perempuan dilecehkan tak ayal mendapatkan kritik. Dalam adegan tersebut, seorang siswi dibekap mulutnya kemudian pakaian bagian atasnya dilucuti untuk direkam dengan ponsel mereka. Meski sudah ditegur Lee Soo Hyeok (Park Solomon), pelaku tetap saja melontarkan kalimat tidak senonoh dan mengancam akan menyebarkan video tersebut.
Selain karena tidak ada di webtoon aslinya, adegan itu telah membuat pemirsa tidak nyaman karena ditampilkan secara eksplisit dan dari sudut pandang pelaku kekerasan seksual. Yang lebih membuat tidak nyaman, adegan ini dilakukan di lingkup sekolah yang mana melibatkan karakter di bawah umur. Berikutnya, netizen di forum online yang sudah menonton atau menikmati webtoon "All of Us Are Dead" memberikan komentar.
"Ini kotor, mereka menambahkan sesuatu yang bahkan tidak ada dalam karya aslinya. Aku bisa langsung tahu orang seperti apa sutradara itu," kata seorang netizen. "Itu benar-benar tidak nyaman, mengapa menaruh adegan tersebut?" imbuh netizen lain. "Itu akan sama tidak nyamannya jika adegan dilakukan orang dewasa, tapi memaksa seorang murid? Aku benar-benar kesal," tambah netizen lain.
Di sisi lain, sebagian netizen beranggapan bahwa adegan dalam "All of Us Are Dead" ini bukan memuliakan pelecehan seksual. Melainkan hanya untuk memberitahu bahwa kejadian-kejadian seperti itu kerap terjadi bahkan di institusi pendidikan. Sehingga di kalangan netizen masih diperdebatkan apa perlunya menambah adegan ini.
"Ah serius, kalian hidup di dunia serba indah atau apa? Bukannya mereka mencoba mengagungkan sesuatu yang tidak benar tentang masyarakat kita," komentar salah satu netizen.
Sementara itu, "All of Us Are Dead" akhirnya telah dirilis pada Jumat (28/1). Drama ini dirangkum dalam 12 episode yang masing-masing terdiri dari 53 sampai 72 menit.
(wk/inta)