'All of Us Are Dead' sudah meraih peringkat pertama Netflix dunia tak lama sejak tayang pada Jumat (28/1). Selain itu, drama adaptasi webtoon ini mendapat nilai sempurna di situs ulasan Rotten Tomatoes.
- Intan Maharani
- Senin, 31 Januari 2022 - 11:42 WIB
WowKeren - Belum ada sepekan sejak "All of Us Are Dead" dirilis, drama ini telah mencetak serangkaian rekor. Selain menempati peringkat pertama Netflix dunia, drama yang mengusung K-Zombie ini mendapatkan skor 100 persen di Rotten Tomatoes.
Rotten Tomatoes adalah situs review film global yang digunakan pecinta film dan serial di seluruh dunia. Dalam situs ini, karya-karya tersebut mendapatkan ulasan dan mendapatkan penilaian rating dari 1 sampai 100 persen. Drama ini telah mendapat pujian dari penonton dan kritikus sejak dirilis pada Jumat (28/1).
"All of Us Are Dead" sendiri mendapatkan rata-rata kesegaran 100 persen Tomatometer. Selain itu, para penonton dalam situs tersebut memberikan skor 85 persen. Tak ayal, pencapaian ini menjadi gebrakan baru K-Drama di kancah internasional.
Dengan ulasan luar biasa sejak awal, "All of Us Are Dead" diharapkan naik ke level setara dengan "Squid Game" dan "Sweet Home". Drama ini juga sudah melejit ke peringkat pertama daftar acara televisi Netflix berdasarkan FlixPatrol sejak Sabtu (29/1). Bahkan drama ini masih setia berada di posisi pertama Netflix Indonesia pada Senin (30/1).
Mengadaptasi webtoon terkenal, "All of Us Are Dead" menceritakan tentang munculnya wabah virus zombie di sekolah. Di tengah kekacauan itu, sekelompok siswa mencoba bertahan hidup tanpa bantuan orang dewasa yang lebih memilih opsi aman.
"All of Us Are Dead" menampilkan para aktor muda berbakat seperti Park Ji Hoo, Yoon Chan Young, Cho Yi Hyun, Park Solomon atau Lomon dan yang lainnya. Drama yang disutradarai oleh Lee Jae Kyu ini juga mendapat ulasan dari sejumlah kritikus film.
Kritikus film Guardian Stuart Heritage menyoroti tentang pertunjukan penuh darah dan menempatkan "All of Us Are Dead" setara dengan "Hellbound" dan "Squid Game". Mereka mengatakan, "Ini adalah drama Netflix asli Korea ketiga yang hanya dalam beberapa bulan sudah membuatku terpesona."
Kritikus lain Sara Merican dari The Verge menyoroti perpaduan drama sekolah menengah dan kiamat zombie. "Di tengah ketakutan dan kehancuran, lingkungan anak muda membuka peluang untuk pertengkaran remaja dan cinta yang berkembang," katanya.
Di sisi lain, Lee Ja Gyu sempat menyebutkan bahwa "All of Us Are Dead" tidak hanya menceritakan tentang perjuangan bertahan hidup. Kepada The Tatler, sang sutradara mengungkapkan bahwa drama ini membawa cerita yang universal mencakup orang dewasa dan tidak hanya terpaku pada anak sekolah saja.
(wk/inta)